Senin, 07 Maret 2011

TEORI EKONOMI MIKRO DAN MAKRO

TEORI EKONOMI MIKRO DAN MAKRO

Pengantar

Dalam menghadapi dunia perekonomian , kita harus mengetahui 2 teori yang adalah dasar dari proses perekonomian. Teori itu terdiri dari teori ekonomi mikro dan makro.

Isi

- Ilmu ekonomi mikro

Konsep teori:

(sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).
*Konsep fundamental dalam ekonomi mikro

elastisitas ,surplus konsumsi & produksi ,permintaan agregat

*Teori konsumsi

Prefrensi ,kurva indiferen ,utilitas marjinal
*Teori produksi dan harga
efisiensi-X ,faktor produksi,maksimalisasi laba ,fungsi produksi,ekonomi skala ,diskriminasi harga ,harga transfer ,harga barang gabungan ,titik harga





Asumsi :

Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk memengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana.

Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut "kegagalan pasar", yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk membiayainya). Dalam kasus ini, ekonom akan berusaha untuk mencari kebijakan yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat "pasar yang hilang" untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang tindakan kolektif. Harus dicatat juga bahwa "kesejahteraan optimal" biasanya memakai norma Pareto, dimana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten dengan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya. Dalam ekonomi mikro, istilah "kegagalan pasar" tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani "kepentingan publik", sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.

Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :

* Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana "sebuah" pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-trust.
* Eksternalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana "pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktivitas ekonomi didalam orang luar/asing." Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.
* Barang publik seperti pertahanan nasional dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pda barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).
* Kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidak pastian (informasi yang inefisien). Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana mobil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupakan penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini dijelaskan pertamakali oleh Kenneth J. Arrow di artikel seminar tentang kesehatan tahun 1963 berjudul "ketidakpastian dan Kesejahteraan Ekonomi dari Kepedulian Kesehatan," di dalam American Economic Review. George Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa , dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditas cenderung menurun, bahkan untuk kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi sebuah "lemon" (produk yang menyesatkan).



Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi para konsumen. Model operasi Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan.

Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.

Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:

* Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
* Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
* Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua biaya tetapnya.
* Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan, perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan risiko kerugian menyeluruh.

Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang lainnya. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan. Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan. Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.





Metodologi:

Ekuilibirium umum,teori Game ,ekonomi institusional, ekonomi neoklasik, ekonomi ustria



- Ilmu ekonomi makro

Konsep teori:



Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional. Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :

* Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
* Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
* Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.



Asumsi :

Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan sepertipertumbuhan ekonomi, stabilitas harga,tenaga kerjadan pencapaiankeseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Hingga 1930sebagian besar analisis ekonomi terfokus pada industri dan perusahaan. Ketika terjadiDepresi Besar pada tahun 1930-an, dan dengan perkembangan konsep pendapatan nasional dan statistik produk, bidang ekonomi makro mulai berkembang. Saat itu, gagasan-gagasan yang terutama berasal dari John Maynard Keynes, yang menggunakan konsep

aggregate demand

untuk menjelaskan fluktuasi antara hasil produksi dan tingkat pengangguran,sangat berpengaruh dalam perkembangan bidang ini.Keynesianisme didasarkan pada gagasan- gagasannya.

Pembedaan tradisional adalah antara dua pendekatan berbeda ke ekonomi: ekonomi Keynesian,memusatkan pada permintaan; dan ekonomi sisi-penyediaan (atau neo-klasik) yang memusatkanpada persediaan. Keduanya tidak bisa berjalan sendiri, namun ini hanya permasalahanpenekanan.



Metodologi:
Metodologi Ekonomi Positivisme

Dalam dunia ilmiah dikenal tiga metodologi umum dalam pengembangan ilmu pengetahuan, yaitu: apriori, aposteriori dan reduksionis. Kesemua itu merupakan landasan dalam metodologi positivisme. Paper ini akan menelusuri sejarah perkembangan metodologi tersebut serta implikasinya dalam ilmu ekonomi.

Karl Popper mempertemukan filosofi keilmuan lama dengan yang baru, antara metode induktif dengan metode deduktif. Popper berpendapat bahwa teori ilmiah yang terbaik harus dapat difalsifikasi setidaknya secara prinsip bila tidak sesuai dengan kenyataan empiris.

Sedangkan Thomas Kuhn menciptakan paradigma yang merupakan dasar utama dalam bidang ilmiah. Kuhn juga mengemukakan bahwa dalam kenyataannya teori utama dalam ilmu pengetahuan alam tidak dapat difalsifikasi secara langsung.

Pengaruh positivisme dalam ilmu ekonomi meliputi rentang waktu sekitar 40 tahun (1930 – 1970). Tiga ekonom yang tulisannya sebagian besar mencerminkan pengaruh dari positivisme adalah T.W. Hutchison, Paul Samuelson dan Milton Friedman.

Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut.



Penutup dan kesimpulan

Pembagian Ilmu Ekonomi Mikro dan Makro ini tidaklah mutlak sebab pengertian total (agregat) merupakan penjumlahan dari satuan-satuan (unit-unit khusus yang lebih kecil). Misalnya, pendapatan nasional adalah penjumlahan dari pendapatan rumah tangga yang terdapat dalam suatu masyarakat. Membagi Ilmu Ekonomi menjadi Makro dan Mikro tidaklah berarti bahwa persoalan-persoalan pendapatan tidak dipersoalkan lagi dalam Ekonomi Mikro dan persoalan-persoalan tentang harga tidak dibicarakan lagi dalam Ekonomi Makro.
Kedua persoalan itu sebenarnya masih juga dibahas hanya saja pembahasannya berbeda. Untuk itu, ayo kita lihat perbedaan antara Ekonomi Mikro dan Ekonomi makro dalam table berikut:
Ekonomi Mikro Ekonomi Makro
1. Membahas perilaku individu rumah tangga.
2. Membahas perilaku individu perusahaan.
3. Membahas perilaku suatu pasar (industry).
4. Menganalisis masalah-masalah:
a. Proses terjadinya tingkat harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan di pasar dalam Teori Harga;
b. Bagaimana produsen menentukan tingkat produksi dan memilih factor produksi sehingga dapat memberikan keuntungan dalam Teori Produksi;
c. Factor-faktor yang menentukan pendapatan setiap factor produksi dalam Teori Distribusi. 1. Membahas perilaku rumah tangga dalam suatu perekonomian Negara.
2. Membahas perilaku seluruh perusahaan yang terdapat dalam suatu perekonomian Negara.
3. Membahas perilaku seluruh pasar (industry) dalam suatu perekonomian Negara.
4. Menjelaskan persoalan-persoalan:
a. Factor-faktor produksi yang tidak dapat digunakan secara penuh dalam perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar;
b. Langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran;
c. Factor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga-harga barang (inflasi) serta kebijakan apa untuk mengatasi masalah inflasi tersebut.

Masalah Utama Setiap Perekonomian

Setiap negara di dunia ini mempunyai konsepsinya sendiri-sendiri mengenai arah perkembangan perekonomiannya. Untuk itu, merekapun telah memiliki sistem perekonomian yang dirasa cocok dengan keadaannya masing-masing.



Daftar Pustaka

1. ^ www.mcwdn.org/ECONOMICS/EcoGlossary.html
2. ^ www.nmlites.org/standards/socialstudies/glossary.html
3. ^ www.mcwdn.org/ECONOMICS/EcoGlossary.html
4. ^ www.econ100.com/eu5e/open/glossary.html
5. ^ a b c d http://www.economist.com/research/Economics/alphabetic.cfm?LETTER=M#marketfailure

* Bade, Robin; and Michael Parkin. Foundations of Microeconomics. Addison Wesley Paperback 1st Edition: 2001.
* Eaton, B. Curtis; Eaton, Diane F.; and Douglas W. Allen. Microeconomics. Prentice Hall, 5th Edition: 2002.
* Frank, Robert A.; Microeconomics and Behavior. McGraw-Hill/Irwin, 6th Edition: 2006.
* Friedman, Milton . Price Theory. Aldine Transaction: 1976
* Jehle, Geoffrey A.; and Philip J. Reny. Advanced Microeconomic Theory. Addison Wesley Paperback, 2nd Edition: 2000.
* Hicks, John R. Value and Capital. Clarendon Press. [1939] 1946, 2nd ed.
* Katz, Michael L.; and Harvey S. Rosen. Microeconomics. McGraw-Hill/Irwin, 3rd Edition: 1997.
* Kreps, David M. A Course in Microeconomic Theory. Princeton University Press: 1990
* Landsburg, Steven. Price Theory and Applications. South-Western College Pub, 5th Edition: 2001.
* Mankiw , N. Gregory. Principles of Microeconomics. South-Western Pub, 2nd Edition: 2000.
* Mas-Colell, Andreu; Whinston, Michael D.; and Jerry R. Green. Microeconomic Theory. Oxford University Press , US : 1995.
* McGuigan, James R.; Moyer, R. Charles; and Frederick H. Harris. Managerial Economics: Applications, Strategy and Tactics. South-Western Educational Publishing, 9th Edition: 2001.
* Nicholson, Walter. Microeconomic Theory: Basic Principles and Extensions. South-Western College Pub, 8th Edition: 2001.
* Perloff, Jeffrey M. Microeconomics. Pearson - Addison Wesley, 4th Edition: 2007.
* Pindyck, Robert S.; and Daniel L. Rubinfeld. Microeconomics. Prentice Hall, 5th Edition: 2000.
* Ruffin, Roy J.; and Paul R. Gregory. Principles of Microeconomics. Addison Wesley, 7th Edition: 2000.
* Varian, Hal R. Microeconomic Analysis. W. W. Norton & Company, 3rd Edition.



Ini adalah artikel bagus. Klik untuk informasi lebih lanjut.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_mikro





Nama: PUTRI KENDALIMAN

Npm: 35410453

Kelas: 1id03

Blog: blessingmefull@blogspot.com

HUBUNGAN ANTARA VARIABEL DALAM FUNGSI PERMINTAAN

HUBUNGAN ANTARA VARIABEL DALAM FUNGSI PERMINTAAN


Contoh soal:
Saya membeli sepatu yang saya suka, mereknya yongki komaladi. Saya menyukai barang tersebut karena :
1) mereknya sudah terpercaya
2) harganya tidak terlalu mahal
3) saya kurang percaya kualitas merek lain
4) sepatu yongki adalah handmade shoes
5) buatan dalam negeri
6) kulitnya baik
7) mudah mendapatkan sepatu itu di toko – toko terbaik
8) sepatunya tahan lama
9) gayanya selalu tidak ketinggalan

Faktor – faktor di atas mempengaruhi cara berpikir dan menjadi dampak dalam
Sisi permintaan (demand analysis); kualitas barang yang mampu di beli konsumen pada periode pada kondisi tertentu.

Qdx = F(Px, I, Pr, Pe, Ie,Pae, T, N, A, F, O)

Nama Varibel Simbol Hubungan Slope Keterangan
- Harga produk P Negatif - Hasil minus karena tidak mempengaruhi permintaan
- Pendapatan konsumen I Negatif untuk prodak inferior - Inferior adalah barang bermutu rendah , maka permintaan akan barang ini akan menurun
- Harga produk lain/ pengharapan
Pr - Positif untuk subtitusi
- Negatif untuk komplemen +

- +Ketersedian barang pengganti yang mutu nya sama bagus akan berdampak barang ini diminati,
- Ketersedian barang pelengkap tidak akan mempengaruhi kepuasan konsumen .jadi barang komplemen tidak di butuhkan
- Ekspektasi harga produk di masa mendatang
Pe positif + Bila harga di masa mendatang telah di ramalkan akan naik , maka positif/ pasti orang akan membeli barang tersebut saat ini
- Ekspektasi pendapatan konsumen di masa mendatang Ie positif + Bila telah di ramalkan pendapatan orang tersebut akan naik maka positif/ pasti ia merencanakan barang apa saja yang bisa ia beli
- Espektasi ketersediaan produk di masa mendatang Pae Negatif - Kelangkaan barang tidak akan mempengaruhi selera orang untuk membeli sesuatu
- Selera konsumen T positif + Selera mempengaruhi kenaikan permintaan akan barang, bila kualitasnya baik maka positif/pasti orang itu akan membelinya
- Banyak konsumeri N positif + Tuntutan seseorang dalam hidup mempengaruhi pola pikir dalam mencapai kebutuhannya
- Iklan A positif + Promosi barang akan mempengaruhi minat untuk membeli barang itu
- features F positif + Ragam/ keunikan yang barang itu bisa tampilkan , memberi kepuasan konsumen


Nama : Putri Kendaliman
NPM : 35410453
Kelas :Id03
Blog : blessingmefull.blogspot.com

Senin, 28 Februari 2011

Framework 5 Kekuatan untuk mencapai keuntungan industry yang berkelanjutan

Framework 5 Kekuatan untuk mencapai keuntungan industry yang berkelanjutan

PENDAHULUAN
Ada 5 kekuatan industri yang sangat berpengaruh dan menjadi yang utama dalam perindustrian. Tidak ada satupun sistem maju yang tidak memiliki aspek ini atau salah satu diantaranya.
Diantara nya:

ISI
• Entri (Memasuki Industri)
Hambatan masuk dikatakan kuat, apabila :
1. Skala ekonomi luas. Skala ekonomis mengarah pada upaya penurunan biaya per unit produk. Skala ekonomi menghalangi pendatang baru karena faktor ini memaksa pesaing untuk memilih industri dengan skala besar (yang umumnya beresiko tinggi dan berbiaya tinggi) atau harus menerima ketidak-unggulan biaya (profitabilitas yang lebih rendah).
2. Diferensiasi produk besar. Differensiasi produk artinya perusahaan yang mapan memiliki identifikasi merek dan loyalitas cutomer yang berakar pada periklanan, pelayanan pelanggan, perbedaan produk dimasa yang lampau. Diferrensiasi menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi loyalitas pelanggan yang ada.
3. Kebutuhan modal besar. Kebutuhan untuk menanamkan sumberdaya keuangan yang besar agar dapat bersaing menciptakan hambatan masuk.
4. Akses ke saluran distribusi yang luas. Hambatan masuk dapat ditimbulkan dengan adanya kebutuhan dari pendatang baru untuk mengamankan distribusi produknya. Bilamana saluran distribusi untuk produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang telah mapan, perusahaan baru harus membujuk saluran tersebut agar menerima produknya melalui cara-cara seperti penurunan harga dan diskon.
5. Biaya beralih pemasok besar. Hambatan masuk tercipta dengan adanya biaya beralih pemasok, semakin tinggi biaya beralih pelanggan, semakin tinggi hambatan masuk bagi pendatang baru
6. Dilindungi oleh peraturan pemerintah. Kebijakan pemerintah dapat membatasi pendatang baru dengan peraturan perijinan, peraturan periklanan, dan sebagainya

• Kekuatan dari pemasok
 Pemasok menyediakan dan menawarkan input yang diperlukan untuk memproduksi barang atau menyediakan jasa oleh industri atau perusahaan. Organisasi di dalam suatu industri bersaing antar satu dengan lainnya untuk mendapatkan input seperti bahan baku dan modal. Apabila pemasok mampu mengendalikan perusahaan dalam hal penyediaan input, sedang industri tidak mempunyai kemapuan untuk mengendalikan pemasok maka posisi tawar industri menjadi lemah dan sebaliknya psosisi tawar pemasok menjadi kuat. Kekuatan tawar menawar pemasok tinggi apabila :
1. Jumlah pemasok utama. Pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan dan lebih terkonsentrasi dibandingkan industri dimana para pemasok menjual produknya
2. Ketersediaan substitusi. Pemasok tidak menghadapi produk pengganti lain untuk dijual kepada industri
3. Produk kelompok pemasok terdiferensiasi atau pemasok telah penciptaan switching cost.
4. Ancaman integrasi dari pemasok. Kelompok pemasok memperlihatkan ancaman yang meyakinkan untuk melakukan forward integration
5. Biaya beralih pemasok. Biaya peralihan yang harus dikeluarkan cukup tinggi apabila berganti pemasok
 • Kekuatan dari pembeli
 Pembeli atau pelanggan di sini terdiri dari pelanggan individu dan pelanggan organisasi. Dalam industri pertambangan tidak terdapat perantara antara industri dengan pemakai atau konsumen akhir. Pelanggan mempunyai posisi tawar yang kuat apabila :
1. Jumlah konsumen sedikit. Semakin sedikit jumlah konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh alternatif pembeli jika pembeli beralih. Kondisi ini membuat penjual bersedia memberikan hadiah atau kelonggaran dalam bentuk lain kepada pembeli.
2. Daya beli konsumen rendah. Semakin rendah daya beli konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh konsumen karena kemampuan kemampuan konsumen sangat terbatas.
3. Biaya berganti merek rendah. Jika biaya yang harus dikeluarkan pembeli untuk beralih pada brand pesaing atau produk substitusi adalah rendah, maka kekuatan kompetitif pembeli cukup kuat.
4. Loyalitas konsumen rendah. Semakin tinggi tingkat loyalitas konsumen, semakin kuat posisi tawar-menawar mereka.
5. Informasi yang dimiliki lengkap. Jika pembeli memiliki informasi yang baik tentang produk penjual, harga dan biayanya. Semakin baik informasi yang dimiliki pembeli, semakin kuat posisi tawar-menawar mereka.
 • Substitusi dan Komplemen
 Produk pengganti dapat memberikan pilihan bagi pelanggan dan akan mengurangi keuntungan perusahaan. Tersedianya produk substitusi di pasar membuat pembeli membandingkan kualitas, performa dan harga produk dengan produk substitusinya. Tekanan dari tiga faktor adalah :
1. Harga dari produk substitusi cukup atraktif bagi pembeli
2. Apakah produk substitusi memiliki kualitas , performance, dan atribut lain yang dapat memuaskan pembeli.
3. Tingkat kemudahan pembeli untuik beralih kepada produk substitusi
Produk substitusi yang tersedia di pasar dengan harga atraktif menciptakan tekanan persaingan dengan adanya plafon harga bagi perusahaan pemain dalam industri sehingga mereka harus memberikan insentif agar pembeli tidak beralih pada produk substitusi
 • Industri Pesaing
 Analisis pesaing memungkinkan suatu organisasi menilai apakah organisasi tersebut dapat bersaing dengan sukses di dalam suatu pasar yang memberikan peluang-peluang keuntungan. Persaingan antara pemain industri dikatakan kuat, apabila :
1. Jumlah pesaingnya bertambah, serta ukuran perusahaan pesaing dan kapabilitasnya menjadi relatif sama.
2. Jika permintaan pasar bertumbuh lambat.
3. Jika kondisi industri membuat pesaing menggunakan strategi pemotongan harga atau senjata kompetitif lain untuk meningkatkan unit volume penjualan secara signifikan.
4. Jika salah satu atau lebih pesaing tidak puas dengan posisinya di pasar dan meluncurkan tindakan untuk memperkuat posisinya dengan memanfaatkan expense dari pesaing-pesaingnya
5. Jika biaya beralih customer kepada brand lain rendah
6. Persaingan meningkat dalam proporsi sampai ukuran pembalasan kesuksesan dari manuver strategis suatu perusahaan
7. Jika biaya untuk keluar dari industri lebih tinggi daripada biaya untuk tetap berada dalam industri dan bersaing
8. Jika pesaing semakin beragam dalam visi, sumber daya dan asal negara
9. Jika perusahaan kuat dari luar negeri mengakuisisi perusahaan lemah dalam negeri dan meluncurkan tindakan agresif dengan dana yang sangat mencukupi untuk merubah perusahaan yang baru di akuisisinya menjadi pemain besar di pasar.
Analisis di atas ditujukan untuk mengetahui intensitas persaingan dalam kemampulabaan dalam industri, serta mengetahui kekuatan yang paling berpengaruh dalam perumusan strategi suatu industri (Porter, 1998). Kekuatan masing-masing dari lima kekuatan bersaing tersebut merupakan fungsi struktur industri, sedangkan kekuatan kolektif kelima kekuatan bersaing tersebut menentukan kemampuan industri secara progresif dalam mencapai keuntungan yang diharapkan.

 Contoh Masalah Dari 5 Kekuatan
 • Entri (Memasuki Industri)
 • Pendatang baru perusahaan Motor CINA

 • Manajemen Strategi yang dilakukan:
Mempertahankan Loyalitas Konsumen dengan perbaikan pelayanan konsumen
Tetap menjadikan produk Motor yang tahan lama dan berdaya saing mengikuti
 perkembangan zaman.
 • Kekuatan dari pemasok
 Biasanya sedikit jumlah pemasok, semakin penting produk yang dipasok, dan semakin kuat posisi tawarnya.
 • Kekuatan dari pembeli
 bahwa semakin besar pembelian, semakin banyak pilihan yang tersedia bagi pembeli dan pada umumnya akan membuat posisi pembeli semakin kuat.
 • Para pembeli produk HONDA berasal dari berbagai kalangan tetapi harga harga produk HONDA cenderung stabil di pasaran sehingga bisa dijangkau oleh kalangan menengah dan kalangan atas, namun kadang kala HONDA elektronik juga mengadakan program big sale bagi produk-produk yang sedikit cacat.

 • Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Produk berkualitas dan memuaskan para konsumen.
- Memberikan kontribusi usaha atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui berbagai kegiatan dan donasi.
- Program pemberian beasiswa tanpa ikatan dinas apapun bagi mahasiswa-mahasiswi yang berprestasi di negeri ini untuk melanjutkan program studi pasca sarjana (S2) di universitas- universitas terkemuka di Jepang.
- Harga bersaing
- Pemberian Service Garansi yang memuaskan
- Pelayanan yang baik
- Promosi sesuai dengan mutu
- Motor yang tahan lama / awet
- Sponsor acara-acara musik terkemuka
 • Industri Pesaing
 Misalnya kalau semakin besar porsi biaya tetap dlm struktur biaya , maka semakin tinggi intensitas persaingan. Mengapa?? Karena setiap penjual memiliki tingkat break even point yang tinggi sehingga biasanya.. harus menjual produk dalam jumlah yang besar, dan bila perlu dilakukan banting harga agar bisa mencapai tingkat break even tersebut.
 • YAMAHA, Suzuki,Kawasaki dll.

 • Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Melakukan Inovasi Produk
- Harga yang lebih terjangkau tetapi mutu tetap
- Promosi ditingkatkan

 • Substitusi dan Komplemen
 seberapa banyak produk substitusi di pasar??. Ketersedian produk substitusi yg banyak akan membatasi keleluasaan pemain dalam industri untuk menentukan harga jual produk.
 • PT Motor HONDA Indonesia merupakan HONDA yang paling terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif. Substitusi dari produk Motor HONDA tentunya masih bersifat tradisional. Misalnya produk Motor substitusinya bahan bakar.
 • Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Menjadikan manufaktur kelas dunia di bidang produk Motor.
- Menghasilkan produk dengan kualitas terbaik
- Menawarkan produk-produk yang akan memperkaya hidup mereka; produk-produk yang dibuat berdasarkan ide-ide segar dan inovatif.
- Terus berinovasi menciptakan produk-produk yang handal berguna dan hebat.
- Terus mengikuti perkembangan kemajuan Motor.



Referensi :
Porter, Michael E., 1998, Competitive Strategy: Techniques for analyzing Industries and competitor, The Free Press, New York.
Thompson Jr. Arthur A., Strickland III, A.J., Gamble, John E., 2007, Crafting and Executing Strategy : the quest for competitive Advantage concepts and cases. Mc Graw-Hill Company Inc., New York.

Senin, 14 Februari 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI


PENGANTAR
Dalam dunia perekonomian kita memerlukan sistem ekonomi yang pasti dalam mengarahkan strategi yang tujuan nya 1 menghasilkan keuntungan maksimal dan meminimalisir kerugian. Banyak ilmu yang berkembang dan teori yang di gunakan dalam hal ini, pada topik ini kita akan membahas tentang Sir John Richard Nicholas Stone, tokoh yang sangat berpengaruh dalam dunia perekonomian.

ISI
Sir John Richard Nicholas Stone (30 Agustus 1913 - 6 Desember 1991) adalah ekonom Britania ulung yang pada 1984 dianugerahi Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel untuk mengembangkan model akuntansi yang dapat digunakan untuk melacak aktivitas ekonomi pada tingkat nasional dan, kemudian, skala internasional. Meskipun ia bukan ekonom pertama yang bekerja di bidang ini, ia adalah orang pertama yang melakukannya dengan akuntansi double entry. akuntansi entri ganda pada dasarnya menyatakan bahwa setiap item pendapatan di salah satu sisi neraca harus dipenuhi oleh item pengeluaran di sisi berlawanan dari lembar akuntansi sehingga menciptakan sistem keseimbangan. Sistem double entry merupakan dasar dari hampir semua hari ini akuntansi modern. Hal ini memungkinkan untuk cara yang dapat diandalkan untuk melacak perdagangan dan transfer kekayaan dalam skala global. Dia kadang-kadang dikenal sebagai 'bapak akuntansi pendapatan nasional', dan adalah penulis studi statistik permintaan konsumen dan pemodelan permintaan, pertumbuhan ekonomi, dan input-output . Dalam pidato sambutannya Stone disebutkan François Quesnay serta Tableau économique. Stone menyatakan bahwa itu adalah salah satu karya pertama di bidang ekonomi untuk memeriksa berbagai sektor seperti tingkat global dan bagaimana mereka semua saling berhubungan. Stone dididik di Westminster School, Cambridge University (Caius dan King's). Di bawah pengaruh ekonom John Maynard Keynes, ia mengambil gelar di bidang ekonomi pada tahun 1935 (Sc.D., 1957). Ia bekerja untuk sebuah perusahaan pialang di London (1936-1940), Setelah lulus dari Cambridge pada tahun 1936 dan sampai Perang Dunia II ia bekerja di Broker Lloyd's. Selama perang, Stone bekerja dengan James Meade pada tahun 1940, atas undangan Keynes, ia memasuki pemerintah Inggris Kantor Pusat Statistik. Setelah Perang Dunia II ia diangkat sebagai direktur dari departemen baru ekonomi diterapkan di Cambridge. Dia mempertahankan posisinya itu sampai tahun 1955 sebagai seorang ahli statistik dan ekonom untuk Pemerintah Inggris. Stone dan rekan-rekannya David Champernowne dan Meade james diminta untuk memperkirakan dana dan sumber daya yang tersedia untuk upaya perang. Mereka melakukannya, dan pekerjaan mereka merupakan langkah penting menuju full-blown perhitungan pendapatan nasional. Stone tidak berarti ekonom pertama untuk menghasilkan perhitungan pendapatan nasional. Simon Kuznets, misalnya, sudah melakukannya untuk Amerika Serikat. Kontribusi khas Stone adalah untuk mengintegrasikan pendapatan nasional ke dalam format pembukuan double-entry .Ini adalah saat ini mereka mengembangkan versi awal dari sistem rekening nasional. Setelah perang, Stone bekerja di Cambridge sebagai direktur Departemen baru Terapan Ekonomi (1945 - 1955) dan sebagai PD Leake profesor bidang keuangan dan akuntansi (emeritus dari 1980). Dalam Departemen, ia mendirikan Pertumbuhan Cambridge Project, yang mengembangkan Cambridge multisektoral Dinamis Model ekonomi Inggris (MDM). Ia digantikan sebagai pemimpin dari Cambridge Pertumbuhan Proyek oleh Terry Barker. Sebuah perusahaan didirikan oleh anggota Departemen dan terbatas dengan jaminan, Cambridge Ekonometrika, didirikan pada tahun 1978 dengan Stone sebagai presiden pertama kehormatan nya. Perusahaan terus mengembangkan MDM dan menggunakan model untuk membuat perkiraan ekonomi.

Stone gelar bangsawan pada tahun 1978.
Dipilih Pekerjaan
1942 (dengan David G. Champernowne dan James E. Meade). "The Precision Estimasi Account Nasional." Kajian Studi Ekonomi 9: 111-125.
1954 (dengan D. Rowe A. et al.). Pengukuran Pengeluaran Konsumen dan Perilaku di Inggris, 1920-1938. Vol. 1. Cambridge: Cambridge University Press.
1956. Kuantitas dan Indeks Harga Account Nasional. Paris: OECD.
1984. "Menyeimbangkan Account Nasional: Penyesuaian Estimasi awal." Dalam Ingham A. dan AM Ulph, eds, Permintaan, Kesetimbangan dan Perdagangan.. London: Macmillan.


1. ^ Counter-intuitif, yang paling dikutip karya Richard Stone adalah publikasi tentang statistik permintaan konsumen dan pemodelan. Lihat Eugene Garfield: The 1984 Hadiah Nobel di bidang Ekonomi dan Sastra yang Diberikan kepada Sir Richard Stone untuk Sistem Kepeloporan Akuntansi Nasional dan Jaroslav Seifert, si Penyair Nasional Cekoslowakia.
2. ^ Janus: The Papers Stone John Richard Nicholas
Sebagian besar dari pekerjaan Stone, bagaimanapun, dilakukan di tahun 1950-an, ketika ia mempersembahkan alat pertama statistik beton yang digunakan untuk mengukur investasi, pengeluaran pemerintah, dan konsumsi; model ini menghasilkan apa yang, pada dasarnya, sistem pembukuan nasional. Dia melanjutkan untuk mengadaptasi model-nya untuk organisasi-organisasi internasional seperti PBB. Ia rekan penulis (dengan JE Meade) Nasional Pendapatan dan Belanja (1944;. 10th ed, dengan Giovanna Stone, 1977) dan penulis karya-karya lain, termasuk Input-Output dan National Account (1961), Matematika dalam Ilmu Sosial dan Esai lainnya (1966), dan Model Matematika Ekonomi dan Esai Lain (1970). Ia juga editor umum dan penulis bagian dari seri A Program untuk Pertumbuhan 1962-74.
Cambridge University
Lahir pada 30 Augustus 1913
di London , Inggris
Meninggal pada 6 Desember 1991 (usia 78)




PENUTUP & KESIMPULAN
Demikian tokoh ini sangat berpengaruh dalam perkembangan sistem ekonomi, akuntansi entri ganda menyatakan bahwa setiap item pendapatan di salah satu sisi neraca harus dipenuhi oleh item pengeluaran di sisi berlawanan dari lembar akuntansi sehingga menciptakan sistem keseimbangan. Sistem double entry merupakan dasar dari hampir semua hari ini akuntansi modern. Hal ini memungkinkan untuk cara yang dapat diandalkan untuk melacak perdagangan dan transfer kekayaan dalam skala global. Dia adalah penulis studi statistik permintaan konsumen dan pemodelan permintaan, pertumbuhan ekonomi, dan input-output .

DAFTAR PUSTAKA
• Biografi
John Richard Nicholas Stone
• 2nd edition
• Wikipedia.org

Minggu, 02 Januari 2011

BIOGRAFI


PENDAHULUAN
Oprah adalah inspirator dalam hidup saya, dia dapat memberi warna hidup, memaknai arti hidup dengan menembus batas yang ada. Dia wanita luar biasa yang telah menang akan masa – masa hidup lalu nya. Beliau menembus batas akan kemiskinan, dan keterbelakangan ras , yang selama ini selalu menjadi bayang-bayang sebuah kegagalan . Pertama kali saya mulai mengenal ia saat penayangan talk show nya , yang inspiratif dengan gaya-nya yang lugas dan santai. Di balik semua itu ada perjuangan anak perempuan untuk meraih impian tersebut. Perjuangan tersebut yang memantaskan beliau untuk menjadi panutan saya


PEMBAHASAN
Oprah lahir pada tanggal 29 Januari 1954 di Kosciusko, Mississippi, ia dibesarkan di sebuah perternakan oleh neneknya yang keras, Hattie Mae, selama enam tahun. Oprah mulai berbicara di gereja neneknya ketika baru berusia tiga tahun. Ia memiliki bakat alami untuk tampil di depan umum dan menjadi sangat populer dalam perkumpulannya.

Ketika berusia enam tahun, ibunya, Vernita, mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu di Milwaukee, Wisconsin dan akhirnya mengambil Oprah kembali dari neneknya. Di Milwaukee, sama seperti di peternakan, Oprah masih sangat miskin, ia harus tinggal dalam satu kamar bersama ibu dan dua saudara tiri, laki – laki dan perempuan. Setiap hari Vernita meninggalkan anak-anak itu pagi-pagi sekali dan baru pulang pada malam hari, sehingga ia tidak punya waktu untuk keluarganya.

Agar ibunya memperhatikannya, Oprah sering kabur dari rumah. Pada usianya yang ke-9, ia mengalami pelecehan seksual oleh sepupunya yang berusia 19 tahun yang sedang bertugas menjaganya. Oprah yakin itu kesalahannya dan tidak menceritakan apa yang ia alami kepada siapapun.

Tanpa bimbingan dari seorang pun, prilaku Oprah semakin tidak terkendali. Menginjak usia 14 tahun, Oprah hamil dan bayinya meninggal tidak lama setelah dilahirkan. Ketika Oprah melarikan diri selama satu minggu, ibunya memutuskan bahwa ia tidak bisa lagi mengurus Oprah. Saat itulah ibunya mengirim Oprah untuk hidup bersama ayahnya di Nashville. Oprah yang benar–benar takut dengan ayahnya orang yang paling disiplin yang ia kenal, bersumpah, kalau sampai ia sanggup tinggal bersama ayahnya, ia akan merubah hidupnya, ia akan menunjukan siapa dia yang sebenarnya.

Pada umur 14 tahun, Oprah tinggal bersama ayahnya, Vernon Winfrey dan ibu tirinya, Zelma, yang merupakan anggota terhormat masyarakat Tennessee.

Profesi ayahnya adalah tukang cukur, pemilik toko, anggota dewan kota, dan pejabat gereja. Ayah Oprah tidak bisa mentoleransi sikap negatif Oprah atau nilai sekolahnya yang buruk. Oprah memperoleh nilai – nilai C di Milwaukee, tetapi hanya nilai A yang bisa diterima oleh ayahnya.

Disamping pekerjaan rumahnya dari sekolah, setiap minggu Vernon dan Zelma mewajibkan Oprah untuk menulis laporan buku dan menanyakan kepadanya kosakata baru. Awalnya, Oprah benci pada aturan tegas dan harapan tinggi mereka. Tapi, ternyata justru itulah yang ia perlukan, orangtua yang membuat peraturan dan menerapkannya dengan tegas, tapi juga memberikan cinta dan perhatian yang diinginkannya. Oprah pun bangkit.

http://opensource.opencrack.or.id/img/biografi/oprah.jpg


Tidak saja nilai sekolahnya yang meroket, Oprah juga jadi lebih ramah dan populer daripada sebelumnya. Di SMA, ia terpilih untuk mewakili sekolahnya pada suatu konfrensi pemuda di Gedung Putih, dan memenangkan beasiswa sebesar $1,000 atas pidato yang ia tulis, “Orang Negro, Konstitusi, dan Amerika Serikat”. Ayahnya begitu mendukung Oprah untuk bermimpi besar, dan ia melakukannya.

Pada usia 16 tahun, Oprah menempuh perjalanan ke Los Angeles untuk menjadi pembicara di suatu gereja. Ketika kembali, Oprah bercerita kepada ayahnya kalau suatu saat nanti cetak telapak tangannya akan ada di samping deretan cetak telapak tangan bintang lain di luar Teater Mann’s Chinese.


Pada usia 17 tahun, dia memperoleh pekerjaan pertamanya di dunia pertunjukan sebagai penyiar berita di stasiun radio lokal. Mereka bahkan membayarnya $100 per minggu, yang terhitung besar buat siswa sekolah menengah pada tahun 1970-an. Oprah mempertahankan pekerjaannya, bahkan setelah dia memperoleh beasiswa ke Universitas Negara Bagian Tennessee dan mulai masuk perguruan tinggi. Pada usianya yang ke-19, ia ditemukan oleh sebuah stasiun televisi di Nashille untuk dipekerjakan sebagi wartawan dan penyiar berita.

Era Kesuksesan Oprah - The Oprah Winfrey Show

Pada 1976, Oprah menjadi pembawa acara TV di Baltimore dan kemudian dipromosikan sebagai pendamping pemandu acara bincang-bincang pagi (talk show) yang bernama People Are Talking (Orang–orang Mulai Berbicara). Format talk show tersebut sempurna untuk Oprah, penonton menyukai lelucon, kejujuran, dan kepribadian yang membumi dan peringkat acara ini membubung tinggi.

Pada 1984, Oprah mendapatkan terobosan besar. Dia diminta menjadi pemandu acaranya sendiri disebuah Chicago. Acara A. M. Chicago mengudara pada waktu yang sama dengan acara Phill Donahue Show yang populer. Phill adalah raja TV siang hari, tetapi tidak butuh waktu lama bagi Oprah untuk menurunkan Phill dan takhtanya. Dalam waktu singkat dia menjadi bintang di 120 kota besar di seluruh Amerika.

The Oprah Winfrey Show membuat debut nasional pertamanya pada tahun 1986, dan meraih sukses dengan cepat dengan menjadi pertunjukan yang paling populer di televisi, menjadikannya wanita kulit hitam yang bangkit dari kemiskinan dan menjadi bintang dengan bayaran tertinggi.




The Oprah Winfrey Show menjadi talk show nomer satu saat itu, di produksi oleh perusahaan sendiri Harpo Production, Inc ( yang diambil dari kebalikan dari nama Oprah). Acara ini di tonton oleh 48 juta pemirsa setiap minggunya di Amerika dan disiarkan secara internasional di 126 negara.

Pendiri Majalah dan Direktur Editorial

Pada bulan April tahun 2000, Oprah dan Majalah Hearts memperkenalkan O, The Oprah Magazine, sebuah majalah bulanan yang menjadi gaya hidup wanita-wanita saat itu. Majalah tersebut menjadi majalah yang sukses dalam sejarah penerbitan dengan sirkulasi 2,3 juta pembaca setiap bulannya.

http://opensource.opencrack.or.id/img/biografi/oprah041105_1.jpg


Di April 2002, Oprah meluncurkan edisi pertama internasional dari O, The Oprah Magazine di Afrika Selatan.

Aktris dan Produser

Oprah merealisasikan impian masa kanak-kanaknya untuk menjadi seorang bintang film, dengan berakting dalam drama milik beberapa penulis brilian, melalui perusahaan filmnya, Harpo Productions:

* The Color Purple (1985)
* Native Son, The Women of Brewster Place (1989)
* Before Women Had Wings(1997)
* Beloved (199 8)




Oprah juga menjadi Produser Broadway theatre “The Color Purple”, membuat situsnya sendiri (oprah.com), dan memiliki radio satelit Oprah and Friends.

Kisah buruk yang Pernah Dialami Oprah Winfrey
Oprah dan Hermès

Pada bulan Juni 2005, Oprah yang berada di Paris, Perancis dilarang masuk ke salah satu toko Hermès oleh salah satu karyawan toko tersebut karena mereka sedang mengalami masalah dengan orang-orang dari Afrika Utara. Media massa memberitakan bahwa Oprah datang saat toko akan tutup dan dilarang masuk untuk membeli sebuah tas namun dalam talk shownya, Oprah menyatakan dan dibenarkan oleh CEO Hermès Amerika Serikat, Robert Chavez, bahwa ia datang pada waktu menjelang tutup namun toko masih melayani pelanggan dan saat ia masuk, ada karyawan Hermès yang mengamatinya dan kemudian melarangnya masuk karena ia tidak tahu Oprah dan pada saat itu Oprah tidak sedang berdandan.



Dukungan Oprah terhadap Kaum Minoritas

Sekalipun sudah meraup kesuksesan dalam hidupnya, Oprah Winfrey tidak melupakan komitmennya terhadap kemanusiaan dan perjuangannya dalam mendukung kesetaraannya. Salah satunya adalah dukungannya terhadap kaum minoritas, pada saat terjadi sentimen anti muslim setelah tragedi 11 September.

http://opensource.opencrack.or.id/img/biografi/oprahsouthafrica2.jpg


Dalam episode Oprah Winfrey Show, yang ditayangkan beberapa waktu yang lalu, fokus pembicaraan adalah tentang diskriminasi rasialis terhadap umat Islam. Ceritanya, selama 30 hari penuh, seorang lelaki dari AS yang apriori terhadap Islam diajak tinggal bersama sebuah keluarga Muslim dan bahkan disuruh `menyamar’ sebagai seorang Muslim, lengkap dengan janggut dan pakaian gamis panjang

Seperti yang dipakai oleh orang-orang Arab. Salah satu misinya adalah mengenali kehidupan seorang Muslim yang sebenarnya dan merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim yang sering menerima diskriminasi oleh orang lain di AS.

Singkat kata, ia merasakan betul bagaimana pahitnya menjadi seorang Muslim yang dicurigai hanya lantaran janggut dan baju gamis, padahal semua tuduhan itu sama sekali tanpa bukti. Ia telah berkeliling kota dengan penampilan seperti itu, dan respon instan yang diberikan orang-orang terhadapnya sangat menyakitkan. Bahkan sebagian besar warga AS yang diajaknya bicara secara terang-terangan menolak untuk tidak mendiskriminasikan umat Islam karena mereka yakin betul bahwa semua Muslim adalah teroris.

Di sisi lain, 30 hari yang dihabiskannya bersama sebuah keluarga Muslim benar-benar menunjukkan sebaliknya. Ia merasa bahwa keluarga itu sangat harmonis, dan meskipun banyak kebiasaan yang tidak dipahaminya, namun ia mengakui bahwa banyak masalah bisa terpecahkan dengan ajaran Islam.

Salah satu bagian yang paling menarik adalah ketika lelaki itu duduk dan mengobrol bersama istri sang tuan rumah berdua di sebuah ruangan. Kemudian sang tuan rumah datang dan mengatakan bahwa dalam Islam dijelaskan bahwa ketika dua orang lawan jenis yang bukan muhrim dan bukan suami istri berada dalam satu ruangan, maka akan ada pihak ketiga bersama mereka, yaitu syetan. Hal pertama yang dipikirkan oleh sang lelaki non-Muslim tersebut adalah bahwa prinsip ini benar-benar gila.

Tapi di hadapan Oprah dan semua penonton di studio saat itu, akhirnya ia mengakui bahwa prinsip hubungan antar lawan jenis dalam Islam seperti demikian itu sepertinya benar-benar bisa mengakhiri banyak masalah yang terjadi dalam pergaulan di AS yang serba bebas. Pencabulan, perzinaan, penyimpangan seksual, perselingkuhan, sampai penyebaran HIV / AIDS pun bisa dicegah dengan cara ini, lebih efektif daripada cara apa pun.


SUMBER DATA
http://gudang-biografi.blogspot.com

Jumat, 31 Desember 2010

PERAN OPERATOR DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN DAN PEREKONOMIAN DI DAERAH PINGGIRAN KOTA DAN PEDALAMAN Maju untuk seterusnya, bak slogan yang selalu mengiringi perkembangan teknologi tak terkecuali bidang komunikasi. Di sinilah pelayan operator harus menggoyangkan aksinya dalam tiap perubahan di Tanah Air dalam memajukan pendidikan dan perokonomian di daerah pinggiran kota dan pedalaman. Kita tahu sebagaimana manusia, sangat membutuhkan komunikasi bahkan untuk bertahan hidup. Perkembangan layanan jasa komunikasi dan penggunaan yang tepat mengarahkan tiap orang ke perubahan yang lebih baik dalam hidupnya, sebuah negara akan terpuruk atau memiliki mobilitas atau pergerakan yang lemah dan lambat bila tidak di dukung semua kalangan masyarakat sebagai warga negara untuk berkerjasama membangun jalinan komunikasi yang baik dalam menjalankan atau menghadapi pergaulan dengan dunia internasional yang semakin maju dan kompleks. Hadirnya peran operator seluler adalah termasuk kunci utama dalam memajukan segala ospek pembangunan memberantas 5K (kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesehatan yang buruk, keterpurukan) . Negara Indonesia adalah negara luas dan mungkin salah satu Negara yang sistem koordinasinya untuk pemerataan komunikasi masih dirasa kurang jelas dengan dukungan operator, hal seperti ini dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan dengan bantuan segala aspek masyarakat. Manfaat besar bagi masyarakat pedalaman juga pinggiran kota dalam bidang pendidikan dan perekonomian dapat dirasakan. Oleh sebab itu penulis ingin memaparkan langkah awal pembangunan dengan metode terperinci. Sebagai contoh kasus yang dapat dijadikan bahan ini diambil dari Provinsi Papua Nugini, di daerah pedalamannya disana ada sebuah sekolah informal yang di bangun dari sumbangan relawan kota, untuk murid SD disana bisa sampai berumur 17 tahun (Wawan H. Purnomo, 2010:200). Keluhan yang mereka sering hadapi adalah kurangnya komunikasi dengan koordinasi masyarakat kota. Operator dalam keterbukaannya untuk membangun negeri kita dapat membantu dengan menurunkan harga untuk berkomunikasi sesama perdana atau dengan cara menggratiskannya dengan syarat tertentu. Buat kontribusi besar dari dunia maya atau cyber, seperti bentuk bakti sosial yang pengadaannya berkelanjutan dan jelas arahnya. Publikasikan ke seluruh warga negara bahkan secara internasional akan tampak bahwa operator seluler peduli dengan perubahan lebih baik di Indonesia, dengan begitu secara otomatis operator akan menjadi sorotan utama di setiap waktunya bagi semua kalangan, juga donatur yang ingin merubah negeri kita ini dan dikenal sebagai operator pembangun yang bukan hanya mencari untung dengan menurunkan harga supaya tidak disaingi operator lain. Buat sebuah web yang dikelola dengan operator yang bertujuan dengan pembangunan masyarakat pedalaman, di web ini berisi donasi sumbangan buku, penyalur tenaga kerja siap pakai atau relawan untuk mengajar. Buka pandangan secara luas, liput segala kegiatan secara menyeluruh dan detail , tampilkan gambarnya, atau bila dirasa perlu buat kerjasama dengan sebuah kelembagaan yang dapat membangun bersama komitmen tersebut. Ajari mereka berusaha di dunia maya, buka langkah maju dengan membuat handphone modem yang hanya bisa dipakai oleh XL, beri mereka secara cuma-Cuma. Dukung dengan pengajar terlatih untuk mengajari mereka. Berikan sumbangan buku, info tenaga relawan atau bekerja sama dengan lembaga. Buka wawasan pandangan anak-anak di dearah tersebut dengan dunia luas atau internasional.Murahkan layanan online yang dirasa tak satupun operator lain yang dapat menyamainya. Bila perlu murah dari internet. Dukung anak bangsa yang dididik tersebut, bahkan kalau mungkin ikut sertakan dalam lomba internasional. Dukung mereka dengan mensponsorinya. Kuasai pasar dari seluruh pedalaman dengan memberi bantuan tenaga terampil misalnya untuk mengajari bercocok tanam beri mereka hp perdana khusus XL secara cuma-cuma. Hasil dari usaha mereka bisa di pasarkan ke seluruh daerah Indonesia atau lebih (secara internasional) melalui website XL sebagai transaksi pembelian.Buat sebuah perdagangan dengan semua kalangan masyarakat pedalaman dengan memasukkan nomor XL-nya, mereka dapat berkomunikasi dengan calon pembeli barang mereka. Buka galeri XL atau stand-stand di pedalaman untuk pembelian pulsa atau voucher Secara berkala, bahkan lebih cepat perubahan terjadi bila dikoordinasi dengan baik, karena secara umpan balik ini akan menguntungkan pihak operator, ekonomi mereka tumbuh dan mereka selalu menggunakan operator ini. Dunia ekonomi dan pendidikan tidak akan lepas dari komunikasi dan hal itu menjadi keterkaitan satu sama lain. Bahkan bukan hanya untuk masyarakat pedalaman, kalangan masyarakat di daerah pinggiran pun akan merasakan dampak nyata. Hasil akan terasa berkesinambungan dan nyata apabila ada kemurahan dan kenyamanan dari operator seluler yang diberikan, yang dalam arti untuk pembangunan negara ke arah yang lebih baik. Semakin majunya manusia mereka akan sangat membutuhkan komunikasi. Berikan konten seru dalam telepon genggam atau perdana yang berbeda dari yang lain, yang membuat konsumen bahkan daerah pinggiran pun membutuhkan. Seperti: kumpulan berita lowongan kerja, hal- hal yang berhubungan dengan keagamaan, acara teraktual di negara ini, peristiwa terkini, kumpulan beasiswa, dan lainnya. Ajari konsumen dengan membangun hal yang dari terkecil dan konsisten. Bekerja sama dengan pabrik-pabrik menengah-ke bawah yang rata-rata seluruh pegawai atau buruhnya lebih cenderung adalah masyarakat pinggiran. Buat telepon genggam khusus XL, beri mereka secara cuma-cuma, atau dengan syarat tertentu. Pemisalan, telepon genggam akan diberikan tanpa dipungut bayaran asalkan membayar pulsanya dengan nominal tertentu. Telepon genggam tersebut sebagai pegangan absensi dalam pabrik tersebut. Buat sebuah ketergantungan yang menyebabkan bahwa telepon genggam tersebut memberikan fungsi banyak dalam aktivasinya. Dampak ke perusahaannya pun akan berguna Sebab bila diamati perkembangan persaingan antar operator telepon selular adalah hanya bentuk persaingan yang berkisar antar persoalan bagaimana dapat menyaingi operator lain dengan penurunan harga untuk telepon atau sms. Ini bisa menjadi perkembangan yang terasa statis, tapi bila diiringi dengan keterbukaan operator untuk membangun tiap kalangan akan terlihat seperti pioner yang ingin mengarahkan masyarakat untuk maju. Hanya cara ini memerlukan kesatuan yang solid antar bentuk elemen pendukungnya dengan keterbukaan untuk menghasilkan manfaat lebih disertai koordinasi tersistem, dan berkesinambungan. Pengarahan yang tepat pada target dengan metode-metode terorganisasi dapat memotivasi penduduk untuk lebih menyenangi kemudahan dalam berfasilitas dan menghasilkan hal yang optimal.

Kamis, 16 Desember 2010

STRATIFIKASI SOSIAL

PENGANTAR
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) Secara harafiah stratifikasi berasal dari kata STRATUM = berarti Lapisan ,Sosial berasal dari kata Socius = kawan/ masyarakat .Jadi Stratifikasi Sosial Yaitu perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat
pembagian sekelompok orang ke dalam tingkatan-tingkatan atau strata yang berjenjang secara vertikal sering dikaitkan dengan persoalan kesenjangan, atau di sebut istilah kelas sosial . Tetapi istilah ini lebih sempit dari itu. Istilah kelas lebih merujuk pada satu lapisan atau satu strata tertentu dalam sebuah stratifikasi sosial.  Orang-orang yang berasal dari suatu kelas sosial pada umumnya memiliki orientasi politik, nilai dan budaya, sikap, dan perilaku sosial yang pada umumnya sama.
Masyarakat kelas atas, misalnya, dalam banyak hal memiliki karakteristik yang berbeda dengan masyarakat miskin, bukan hanya dalam penampilan fisik mereka, seperti cara berpakaian dan saara transportasi yang dipergunakan, atau bahkan mereknya. Tetapi, antarmereka biasanya juga berbeda ideologi politik, nilai yang dianut, sikap, dan perilaku sehari-harinya.
Namun, oleh Paul B. Horton dan Chester L. Hunt (1984) adalah suatu strata atau pelapisan orang-orang yang berkedudukan relatif sama dalam kontinum atau rangkaian kesatuan status sosial. Mereka mempunyai jumlah penghasilan yang relatif sama. Namun, lebih penting dari itu, mereka memiliki sikap, nilai-nilai, dan gaya hidup yang sama. Semakin rendah kedudukan seseorang di dalam pelapisan sosial, biasanya semakin sedikit pula perkumpulan dan hubungan sosialnya. Orang-orang dari lapisan rendah lebih sedikit berpartisipasi dalam jenis organisasi apa pun — klub, organisasi sosial, lembaga formal, atau bahkan lembaga keagamaan– daripada orang-orang yang berasal dari strata atau kelas menengah dan atas.

Determinan stratifikasi sosial.
Secara rinci, faktor-faktor yang menjadi determinan stratifikasi sosial memang relatif beragam, yakni dimensi usia, jenis kelamin, agama, kelompok etnis atau ras, pendidikan formal, pekerjaan, kekuasaan, status, tempat tinggal, dan dimensi ekonomi. Berbagai dimensi ini, signifikansi dan kadar pengaruhnya dalam pembentukan stratifikasi sosial sudah tentu tidak sama kuat dan berbeda-beda tergantung pada tahap perkembangan masyarakat dan konteks sosial yang berlaku. Pada masyarakat di zaman dahulu, jenis kelamin, usia, serta penguasaan agama, mungkin sangat dominan sebagai faktor yang mendasari pemilahan anggota sukubangsa tertentu. Dalam cerita seputar kerajaan, laki-laki pada umumnya dipandang lebih tinggi derajatnya daripada perempuan, sehingga mereka dinilai lebih layak menyandang gelar sebagai putra mahkota.
Dalam masyarakat yang makin modern, perbedaan strata yang terbentuk dan berkembang di masyarakat umumnya tidak lagi atas dasar hal-hal yang bersifat kodrati, seperti perbedaan jenis kelamin atau usia, melainkan lebih berdasarkan prestasi (achieved).
Secara umum, determinan yang menurut para ahli banyak berpengaruh dalam pembentukan stratifikasi sosial di masyarakat yang semakin modern adalah: dimensi ekonomi (kelas-kelas sosial),  dimensi sosial (status sosial), dan dimensi politik (penguasa dan yang dikuasai/pemimpin dan pengikut). Hal ini sesuai dengan klasifikasi Jeffris dan Ransford (1980), di dalam masyarakat pada dasarnya dapat dibedakan tiga macam stratifikasi sosial, yaitu:
1. Hirarkhi kelas, yang didasarkan pada penguasaan atas barang dan jasa;
2.Hirarkhi kekuasasan, yang didadasarkan pada kekuasaan, dan
3. Hirarkhi status, yang didasarkan pada pembagian kehormatan dan status sosial.

Akumulasi Dimensi.
Selain tiga dimensi stratifikasi sosial di atas sudah tentu masih ada sejumlah dimensi yang lain. Namun, lepas berapa jumlah dimensi stratifikasi sosial yang ada, satu hal yang perlu dicermati adalah kemungkinan terjadinya akumulasi dari sejumlah dimensi itu. Artinya, seseorang yang memiliki aset produksi berlimpah, kaya, dan memiliki banyak perusahaan, biasanya ia sebelumnya lahir dari keluarga yang berkecukupan, terhormat, memiliki pendidikan yang tinggi, dan bahkan didukung dengan pemilikan jaringan atau koneksi yang sangat luas. Seseorang yang berpendidikan, misalnya, meski tidak selalu menjamin, tetapi pada umumnya lebih berpeluang untuk melakukan mobilitas sosial vertikal.  Sebagaimana dinyatakan oleh Beteille, bahwa pendidikan berharga karena memberikan akses untuk jabatan dengan bayaran atau gaji yang lebih baik. Dalam realitas, seseorang yang memiliki kekuasaan politik atau menduduki jabatan tertentu,  akan cenderung lebih besar peluangnya untuk meraih fasilitas dan kebutuhan material. Sebaiknya, untuk orang miskin, selain tidak memiliki kekuasaan apapun, mereka biasanya juga tidak berdaya dan mudah dijadikan bahan eksploitasi. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi dalam Setangkai Bunga Sosiologi (1964),  menyatakan bahwa anggota masyarakat yang posisinya tinggi akan cenderung mengakumulasikan posisi dalam dimensi yang berlainan.

Konsekuensi stratifikasi sosial.
Perbedaan tingkat pendidikan, kekayaan, status atau perbedaan kelas sosial tidak cuma mempengaruhi perbedaan dalam hal gaya hidup dan tindakan, tetapi –seperti yang ditulis oleh Horton dan Hunt (1987), juga menimbulkan sejumlah perbedaan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti peluang hidup dan kesehatan, peluang bekerja dan berusaha, respons terhadap perubahan, pola sosialisasi dalam keluarga, dan perilaku politik.
Apabila dirinci, konsekuensi perbedaan stratifikasi sosial akan terjadi pada
1. Perbedaan gaya hidup
2. Perbedaan peluang hidup dan kesehatan
3. Respons terhadap perubahan
4. Peluang bekerja dan berusaha
5. Kebahagiaan dan sosialisasi dalam keluarga
6. Perilaku politik


BAHASAN
Contoh kasus atau awal mulanya stratifikasi sosial:
Pertama, perbudakan seperti yang kita tahu pada sistem seperti ini masyarakat di bagi menjadi dua pemilik budak dan budak. Dimana seseorang atau kelompok orang dimiliki sebagai hak milik seseorang. Namun hal ini sudah lama tidak berlaku lagi saat ini. Salah satu penyebab adanya budak adalah perang. Dimana pihak yang kalah kemudian dijadikan tawanan kerja paksa.. Kedua, kasta hal ini berhubungan dengan kepercayaan bangsa India dimana mereka percaya terhadap reinkarnasi bahwa manusia akan dilahirkan kembali, dan setiap orang wajib menjalani hidupnya sesuai dengan kastanya, dan bagi mereka yang tidak menjalankan kewajiban sesuai kastanya maka dalam kehidupan mendatang akan dilahirkan kembali didalam kasta yang lebih rendah. Setiap orang dalam sistem kasta ini mendapatkan tingkatan kastanya berdasarkan kasta keluarga mereka. Namun yang masih belum jelas disini adalah atas dasar apa dan darimana keluarga mereka mendapatkan kedudukan dalam kasta tersebut? Ketiga, Estates hal ini erat hubungannya dengan sistem Feodal dimana kedudukan seseorang dinilai dari seberapa banyak dia memiliki tanah. Tanah ini merupakan hadiah atau penghargaan untuk para raja-raja bangsawaan atas dukungannya terhadap raja.Keempat, kelas ialah pembagian masyarakat atas dasar kemampuan ekonomi yang tercermin dalam gaya hidupnya.
Perubahan sosial yang dialami oleh masyarakat sejak jaman perbudakan sampai revolusi industri hingga sekarang secara mendasar dan menyeluruh telah memperlihatakan pembagian kerja dalam masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka diferensiasi sosial yang tidak hanya berarti peningkatan perbedaan status secara horizontal maupun vertical. Status yang diperoleh kemudian menjadi kunci akses kesegala macam hak-hak istimewa dalam masyarakat yang pada dasarnya hak istimewa tersebut merupakan hasil dari rampasan dan penguasaan secara paksa oleh yang satu terhadap yang lainya, mendominasi dan didominasi, yang pada akhirnya merupakan sumber dari ketidaksamaan di dalam masyarakat.

Asal Mula Kelas.

Dalam hukum perkembangan masyarakat Marx berdasarkan salah satu ajarannya tentang materialisme histories, Pada awalnya tidak ada kelas dalam masyarakat yaitu pada jaman komunal primitif. Pada jaman ini, orang harus saling tolong menolong dalam rangka terus bertahan hidup dan melindungi diri berbagai macam binatang pemangsa. Hal ini memaksa orang harus tinggal menetap, untuk bertahan hidup manusia saat itu berburu hewan, mengumpulkan makanan (tanaman dan buah-buahan) yang dapat dimakan bersama. Tempat tinggal mereka pun dibedakan, dan menjadi pembeda antara   kelompok manusia yang satu atas yang lainnya. Berbagai macam keterampilan, bahasa muncul. Semua hal ini diidetifikasikan sebagai suku atau klan.
Pada saaat ini kerja awalnya dibedakan anatara laki-laki dan perempuan, lalu dibedakan atas dasar kelompok-kelompok usia yang berbeda. Lalu berkembang pada kakhasan pekerjaan rutin yang dilakukan oleh komunitas penanam, peternak dan pemburu. Pembagian kerja merupakan hak prerogatif dari anggota komunitas yang tertua dan paling berpengalaman. Namun demikian, mereka tidaklah dianggap sebagai kelas yang memiliki privilese istimewa karena jumlah mereka yang sedikit jika dibandingkan dengan mayoritas dewasa  dikomunitas disamping hak mereka didapat melalui persetujuan dari mayoritas dewasa. Posisi khusus mereka terletak pada otoritasnya, bukan pada kepemilikan properti atau kekuatan mereka. Pada jaman ini produksi yang dihasilkan orang dibuat hanya untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan langsung, jadi tidak terdapat lahan untuk mengakarnya ketidakadilan sosial.

Para pemimpin dan tetua komunitas yang mempunyai otoritas dalam komuntas untuk melindungi kepentingan bersama ini. Temasuk dalam hal pengawasan dan pengambilan putusan yang dianggal adil oleh komunitas. Hal demikian juga dapat kita sebut sebagai kekuasaan negara elementer, namun pada dasarnya mereka tidak pernah berhenti mengabdi pada komunitas.
Perkembangan tenaga-tenaga produktif dan penggabungan komunitas-komunitas tersebut kedalam entitas yang lebih besar mengarah pada pembagian kerja lebih lanjut. Dalam perkembangnya terbentuklah badan-badan khusus yang berfungsi untuk melindungi kepentingan bersama serta juri dalam perselisihan antar komunitas. Secara bertahap badan-badan ini mendapat otonomi yang semakin besar dan memisahkan dirinya dari masyarakat sekaligus merepresentasikan kepentingan kelompok sosial utama. Otonomi ini dari pejabat urusan publik berubah menjadi bentuk dominasi terhadap masyarakat yang membentuknya, dulunya abdi publik sekarang para pejabat itu berubah menjadi tuan-tuan (lords).

“Pada umumnya, perkembangan produksi sosial menuntut adanya tenaga kerja manusia yang lebih banyak guna terlibat dalam produksi material. Tidak ada komunitas yang sanggup mnyediakan hal itu sendiri, dan tenaga kerja manusia tambahan disediakan oleh peperangan” 
Cara lain pembentukan kelas adalah melalui pembudakan terhadap bala tentara musuh yang tertangkap saat perang. Para peserta perang mulai menyadari bahwa lebih bermanfaaat untuk membiarkan para tawanan mereka terus hidup dan memaksa mereka untuk bekerja. Jadi hak-hak mereka sebagai manusia dicabut dan  diperlakukan tak ubahnya seperti binatang pekerja.

Dalam perkembangan masyarakat selanjutnya, kita akan mengenal kelas-kelas yang saling bertentangan. Hal ini disebabkan karena kepentingan mereka selalu tidak dapat diketemukan. Dalam terminologi marxis kita akan mengenal bahwa kelas di bedakan menjadi dua macam bentuk dan sifatnya yaitu kelas-kelas fundamental dan kelas-kelas non fundamental.
Kelas-kelas fundamental adalah kelas-kelas yang keberadaannya ditentukan oleh corak produksi yang mendominasi dalam formasi sosial ekonomi tertentu. Setiap formasi sosial ekonomi yang antagonistis memilki dua kelas fundamental. Kelas-kelas ini bisa berupa pemilik budak dan budak, tuan feudal dan hambanya, ataupaun borjuasi dan proletar. Kontradiksi-kontradiksi antagonistis diantara kelas-kelas tersebut berubah oleh penggantian sistem yang berlaku dengan sebuah sistem baru yang progresif.
Kelas-kelas non fundamental adalah bekas-bekas atau sisa-sisa dari kelas dalam sistem yang lama dan masih bisa dilihat dalam sistem yang baru, biasanya kelas ini menumbuhkan corak produksi yang baru dalam bentuk struktur ekonomi yang spesifik. Sebagai contoh para pedagang, lintah darat, petani-petani kecil yang terdapat dalam masyarakat kepemilikan budak dengan kelas yang fundamental pemilik budak dan budak.
Kelas-kelas fundamental dan non fundamental saling bergantung secara erat, karena dalam perkembangan sejarahnya, kelas fundamental bisa menjadi non fundamental, dan demikian pula sebaliknya. Sebuah kelas fundamental merosot menjadi sebuah kelas non fundamental saaat corak produksi yang dominan yang mendasarinya secara bertahap berubah menjadi sebuah struktur sosial ekonomi yang sekunder. Sebuah kelas non fundamental menjadi fundamental saat sebuah struktur sosial ekonomi baru yang terdapat di dalam sebuah formasi sosial ekonomi berubah menjadi corak produksi yang dominan.

A. Macam-Macam / Jenis-Jenis Status Sosial
1. Ascribed Status
Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
2. Achieved Status
Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.
3. Assigned Status
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.

B. Macam-Macam / Jenis-Jenis Stratifikasi Sosial
1. Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Contoh stratifikasi sosial tertutup yaitu seperti sistem kasta di India dan Bali serta di Jawa ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat / bangsawan darah biru.

2. Stratifikasi Sosial Terbuka
Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.
Misalnya seperti tingkat pendidikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya. Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan sekolah, kuliah, kursus dan menguasai banyak keterampilan sehingga dia mendapatkan pekerjaan tingkat tinggi dengan bayaran / penghasilan yang tinggi.

SEBAB-SEBAB TERJADINYA STRATIFIKASI SOSIAL
Setiap masyarakat mempunyai sesuatu yang dihargai, bisa berupa kepandaian, kekayaan, kekuasaan, profesi, keaslian keanggotaan masyarakat dan sebagainya. Selama manusia membeda-bedakan penghargaan terhadap sesuatu yang dimiliki tersebut, pasti akan menimbulkan lapisan-lapisan dalam masyarakat. Semakin banyak kepemilikan, kecakapan masyarakat/seseorang terhadap sesuatu yang dihargai, semakin tinggi kedudukan atau lapisannya. Sebaliknya bagi mereka yang hanya mempunyai sedikit atau bahkan tidak memiliki sama sekali, maka mereka mempunyai kedudukan dan lapisan yang rendah.
Seseorang yang mempunyai tugas sebagai pejabat/ketua atau pemimpin pasti menempati lapisan yang tinggi daripada sebagai anggota masyarakat yang tidak mempunyai tugas apa-apa. Karena penghargaan terhadap jasa atau pengabdiannya seseorang bisa pula ditempatkan pada posisi yang tinggi, misalnya pahlawan, pelopor, penemu, dan sebagainya. Dapat juga karena keahlian dan ketrampilan seseorang dalam pekerjaan tertentu dia menduduki posisi tinggi jika dibandingkan dengan pekerja yang tidak mempunyai ketrampilan apapun.

PROSES TERJADINYA STRATIFIKASI SOSIAL
Stratifikasi sosial terjadi melalui proses sebagai berikut:
a. Terjadinya secara otomatis, karena faktor-faktor yang dibawa individu sejak lahir. Misalnya, kepandaian, usia, jenis kelamin, keturunan, sifat keaslian keanggotaan seseorang dalam masyarakat.
b. Terjadi dengan sengaja untuk tujuan bersama dilakukan dalam pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam organisasi-organisasi formal, seperti : pemerintahan, partai politik, perusahaan, perkumpulan, angkatan bersenjata.

KRITERIA DASAR PENENTU STRATIFIKASI SOSIAL
Kriteria atau ukuran yang umumnya digunakan untuk mengelompokkan para anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan tertentu adalah sebagai berikut :
a. Kekayaan
Kekayaan atau sering juga disebut ukuran ekonomi. Orang yang memiliki harta benda berlimpah (kaya) akan lebih dihargai dan dihormati daripada orang yang miskin.

b. Kekuasaan
Kekuasaan dipengaruhi oleh kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat. Seorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati lapisan sosial atas, sebaliknya orang yang tidak mempunyai kekuasaan berada di lapisan bawah.
c. Keturunan
Ukuran keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Keturunan yang dimaksud adalah keturunan berdasarkan golongan kebangsawanan atau kehormatan. Kaum bangsawan akan menempati lapisan atas seperti gelar :
- Andi di masyarakat Bugis,
- Raden di masyarakat Jawa,
- Tengku di masyarakat Aceh, dsb.
d. Kepandaian/penguasaan ilmu pengetahuan
Seseorang yang berpendidikan tinggi dan meraih gelar kesarjanaan atau yang memiliki keahlian/profesional dipandang berkedudukan lebih tinggi, jika dibandingkan orang berpendidikan rendah. Status seseorang juga ditentukan dalam penguasaan pengetahuan lain, misalnya pengetahuan agama, ketrampilan khusus, kesaktian, dsb.

SIFAT STRATIFIKASI SOSIAL
Menurut Soerjono Soekanto, dilihat dari sifatnya pelapisan sosial dibedakan menjadi sistem pelapisan sosial tertutup, sistem pelapisan sosial terbuka, dan sistem pelapisan sosial campuran.
a. Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)
Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas vertikal. Walaupun ada mobilitas tetapi sangat terbatas pada mobilitas horisontal saja.
Contoh:
- Sistem kasta. Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana.
- Rasialis. Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih.
- Feodal. Kaum buruh tidak bisa pindah ke posisi juragan/majikan.

b. Stratifikasi Sosial Terbuka (Opened Social Stratification)
Stratifikasi ini bersifatdinamis karenamobilitasnya sangatbesar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal.
Contoh:
- Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya.
- Seorang yang tidak/kurang pendidikan akan dapat memperolehpendidikan asal ada niat dan usaha.

c. Stratifikasi Sosial Campuran
Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka. Misalnya,seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.
Fungsi Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial dapat berfungsi sebagai berikut :
a. Distribusi hak-hak istimewa yang obyektif, seperti menentukan penghasilan,tingkat kekayaan, keselamatan dan wewenang pada jabatan/pangkat/ kedudukan seseorang.
b. Sistem pertanggaan (tingkatan) pada strata yang diciptakan masyarakat yang menyangkut prestise dan penghargaan, misalnya pada seseorang yangmenerima anugerah penghargaan/ gelar/ kebangsawanan, dan sebagainya.
c. Kriteria sistem pertentangan, yaitu apakah didapat melalui kualitas pribadi,keanggotaan kelompok, kerabat tertentu, kepemilikan, wewenang atau kekuasaan.
d. Penentu lambang-lambang (simbol status) atau kedudukan, seperti tingkah\ laku, cara berpakaian dan bentuk rumah.
e. Tingkat mudah tidaknya bertukar kedudukan.
f. Alat solidaritas diantara individu-individu atau kelompok yang menduduki sistem sosial yang sama dalam masyarakat.

Mobilitas Sosial :perpindahan status dalam stratifikasi sosial. Banyak sebab yang dapat memungkinkan individu atau kelompok berpindah status, pendidikan dan pekerjaan misalnya adalah salah satu faktor yang mungkin dapat meyebabkan perpindahan status ini. Masih banyak sebab-sebab lain dalam mobilitas
#Bentuk-bentuk mobilitas sosial:
a. Mobilitas Sosial Horizontal
Di sini, perpindahan yang terjadi tidak mengakibatkan berubahnya status dan kedudukan individu yang melakukan mobilitas.
b. Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas sosial yang terjadi mengakibatkan terjadinya perubahan status dan kedudukan individu.
Mobilitas sosial vertikal terbagi menjadi 2:
#Vertikal naik
Status dan kedudukan individu naik setelah terjadinya mobilitas sosial tipe ini.
#Vertikal turun
Status dan kedudukan individu turun setelah terjadinya mobilitas sosial tipe ini.
c. Mobilitas antargenerasi
Ini bisa terjadi bila melibatkan dua individu yang berasal dari dua generasi yang berbeda.
c. Stratifikasi Sosial Campuran
Hal ini bisa terjadi bila stratifikasi sosial terbuka bertemu dengan stratifikasi sosial tertutup. Anggotanya kemudian menjadi anggota dua stratifikasi sekaligus. Ia harus menyesuaikan diri terhadap dua stratifikasi yang ia anut.

# Dahulu, masyarakat Ternate terbagi dalam Strata Sosial yang masih bersifat tradisional dan cenderung ke arah monarkis. Meskipun penggolongan masyarakat tidak setajam serperti adanya kasta-kasta dalam struktur Sosial-Feodal, namun terdapat penggolongan yang bertolak atas dasar keturunan. Dengan demikian pembagian masyarakat tradisional di Ternate tidak bersifat fungsional. Adapun stratifikasi sosial masyarakat adat di Ternate terbagi atas :
1. Golongan JOU.
Yaitu Golongan Istana, yang terdiri dari Sultan dan keluarganya, sampai tiga turunan satu garis lurus langsung. Sebutan terhadap kedua golongan ini, misalnya ; Jou Kolano (Yang Mulia Sultan) dengan nama kebesaran ; Paduka Sri Sultan Said ul-Biladi Siraj ul-Mulki Amir ud-dini Maulana as-Sultan (……nama sultan……). Sedangkan sebutan untuk permaisuri Sultan : Jo-Boki, (singkatan dari kata Jou ma-Boki), Sebutan untuk anak putra Sultan : Kaicili Putra, dan Boki Putri (Putri Sultan).
Keraton Kesultanan Ternate, tempat tinggal Golongan Jou
Penutup kepala berwarna putih hanya dipakai oleh Golongan Jou (Tuala Bubudo)
2. Golongan DANO.
Yaitu Golongan Keluarga Cucu Sultan dan anak-anak yang dilahirkan dari putri sultan dengan orang dari luar lingkungan istana/masyarakat biasa, juga termasuk keturunan dari kakak maupun adik kandung sang Sultan.
Penutup kepala pejabat kesultanan (Kapita/Fanyira)
3. Golongan BALA.
Golongan ini sering disebut dengan (Bala Kusu se-Kano-Kano), yaitu mereka yang berada di luar kedua golongan di atas, (rakyat biasa).
Penutup kepala khas Golongan Bala/Rakyat (Tuala Kuraci)
Untuk membedakan antara ketiga golongan tersebut, secara nyata dalam keseharian masyarakat adat di Ternate bisa dilihat dari penutup kepala yang digunakan pada pelaksanaan acara-acara adat baik seremonial maupun ritual.
Dengan adanya Golongan Jou dan Dano, bukanlah berarti bahwa jabatan-jabatan tinggi dalam Struktur Dewan Adat baik dalam bidang urusan duniawi/sosial (Bobato Dunia) maupun urusan keagamaan (Bobato Akhirat) tertutup bagi golongan rakyat. Sebagai contoh; kepala adat dan rumah-tangga istana biasanya dijabat oleh golongan rakyat.
Disamping pembagian struktur kehidupan sosial tersebut di atas, masih ada lagi pembagian kelompok kekerabatan besar yang membagi seluruh masyarakat Ternate atas 41 kelompok kekerabatan berdasarkan wilayah, yaitu :
1. SOA SIO, Yaitu komunitas atau kelompok kekerabatan besar yang terbagi lagi dalam beberapa Soa/Marga. Soa Sio terdiri dari 9 kelompok Soa/Marga yang berada di di wilayah pusat Kesultanan).
2. SANGAJI, Yaitu komunitas atau kelompok kekerabatan pada beberapa distrik di negeri seberang/di luar pulau Ternate.
3. HEKU, Yaitu komunitas atau kelompok kekerabatan masyarakat Ternate yang wilayahnya mulai dari Ake Santosa (sekarang Kelurahan Salero) ke arah utara hingga ke pulau Hiri termasuk Halmahera muka).
4. CIM, Yaitu kelompok kekerabatan atau komunitas masyarakat Ternate yang wilayahnya dari Ake Santosa ke salatan hingga mencapai batas desa Kalumata.
Seiring dengan perkembangan jaman hingga saat ini, eksistensi dari penggolongan stratifikasi sosial dalam masyarakat Ternate seperti diuraikan penulis di atas, dari waktu ke waktu kian memudar. Fenomena ini terjadi karena tuntutan jaman yang mau tidak mau menggiring pandangan masyarakat Ternate modern ke arah persamaan hak dan derajat. Seperti halnya daerah lain di Nusantara yang nota bene bekas suatu kerajaan/kesultanan, masyarakat Ternate modern juga berpandangan bahwa status sosial seseorang bukan lagi ditentukan oleh faktor Genealogis, malainkan dari aspek SDM-nya.
Namun demikian, Stratifikasi Sosial Tradisional Ternate masih tetap eksis di kalangan tertentu (khususnya masyarakat adat) yang hingga saat ini masih tetap setia dengan kebesaran dan kejayaan kesultanan Ternate pada masa lampau.
Pembagian kelompok kekerabatan murni yang terdiri dari 41 kelompok kekerabatan seperti yang diuraikan penulis di atas, hingga saat ini masih dipertahankan oleh sebagian kalangan dan dalam bentuk kesatuan masyarakat (eksistensi nama sebuah Desa maupun nama Klan/Marga). Saat ini masih banyak yang menggunakannya embel-embel nama marga di belakang nama orang.
Indonesia memang sangat kaya dengan tradisi, adat dan budaya yang didalamnya masih terdapat nilai positifnya. Kearifan lokal yang diwariskan oleh pendahulu negeri ini bisa dipetik untuk mengambil kebijakan yang lebih bijaksana untuk masa yang akan datang. (www.busranto.blogspot.com – diolah dari berbagai sumber)
  1. CONTOH STRATIFIKASI PADA MASYARAKAT BALI
    • Menurut garis keturunan laki-laki dapat kita lihal pada gelar nama yang dipakai :
    • Kasta Brahmana Ida Bagus
    • Kasta Satria Tjokorda, Dewa,Ngahan
    • Kasta Vesia Bagus, Ida Gusti,Gusti
    • Kasta Sudra Pande.Kban,Pasek




# Ukuran kekayaan

Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakatke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, pa tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya, maupun kebiasaannya dalam berbelanja.
==== Ukuran kekuasaan dan wewenang ====ÂĎ Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan sering tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang yang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang-orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

Ukuran kehormatan

Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

 Ukuran ilmu pengetahuan

Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (kesarjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktorandus, doktor ataupun gelar profesional seperti profesor. Namun sering timbul akibat-akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar kesarjanaan, misalnya dengan membeli skripsi, menyuap, ijazah palsu dan seterusnya.

ANALISIS

Dampak adanya stratifikasi sosial:
a. Dampak Positif
Orang yang berada pada lapisan terbawah akan termotivasi dan terpacu semangatnya untuk bisa meningkatkan kualitas dirinya, kemudian mengadakan mobilitas sosial ke tingkatan yang lebih tinggi.
b. Dampak Negatif
Dapat menimbulkan kesenjangan social