Sabtu, 02 April 2011

WAWASAN NUSANTARA

BAB II WAWASAN NUSANTARA
PENDAHULUAN

PengertianWawasanNusantara
Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.
IsiWawasanNusantara
WawasanNusantaramencakup
1. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, dalam arti :
a. Bahwa kebulatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan matra seluruh bangsa serta menjadi modal dan milik bersama bangsa.
b. Bahwa bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan berbicara dalam berbagai bahasa daerah serta memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat dalam arti yang seluas-luasnya.
c. Bahwa secara psikologis, bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai tekad dalam mencapai cita-cita bangsa.
d. Bahwa Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.
e. Bahwa kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan politik yang diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
f. Bahwa seluruh Kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi kepada kepentingan nasional.
g. Bahwa bangsa Indonesia yang hidup berdampingan dengan bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial melalui politik luar negeri bebas aktif serta diabdikan pada kepentingan nasional.
2. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu Kesatuan Ekonomi, dalam arti :
a. Bahwa kekayaan wilayah Nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air.
b. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah dalam pengembangan kehidupan ekonominya.
c. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah Nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial dan Budaya, dalam arti :
a. Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan bangsa yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata dan seimbang, serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa.
b. Bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya yang ada menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya bangsa seluruhnya, dengan tidak menolak nilai – nilai budaya lain yang tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa, yang hasil-hasilnya dapat dinikmati oleh bangsa.
Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Keamanan, dalam arti :
a. Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakekatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
b. Bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.
Latar belakang
Falsafah pancasila
Nilai-nilai pancasila mendasari pengembangan wawasan nasional. Nilai-nilai tersebut adalah:
1. Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing- masing.
2. Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan.
3. Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
Aspek kewilayahan nusantara
Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena Indonesia kaya akan aneka Sumber Daya Alam (SDA) dan suku bangsa.
Aspek sosial budaya
Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda - beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar.
Aspek sejarah
Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia.[2] Hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri.[2] Jadi, semangat ini harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.[2]
Fungsi


Gambaran dari isi Deklarasi Djuanda
1. Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan nusantara dijadikan konsep dalam pembangunan nasional, pertahanan keamanan, dan kewilayahan.
2. Wawasan nusantara sebagai wawasan pembangunan mempunyai cakupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, kesatuan sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
3. Wawasan nusantara sebagai wawasan pertahanan dan keamanan negara merupakan pandangan geopolitik Indonesia dalam lingkup tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.
4. Wawasan nusantara sebagai wawasan kewilayahan, sehingga berfungsi dalam pembatasan negara, agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga. Batasan dan tantangan negara Republik Indonesia adalah:
• Risalah sidang BPUPKI tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 tentang negara Republik Indonesia dari beberapa pendapat para pejuang nasional. Dr. Soepomo menyatakan Indonesia meliputi batas Hindia Belanda, Muh. Yamin menyatakan Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Sunda Kecil, Borneo, Selebes, Maluku-Ambon, Semenanjung Melayu, Timor, Papua, Ir. Soekarno menyatakan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
• Ordonantie (UU Belanda) 1939, yaitu penentuan lebar laut sepanjang 3 mil laut dengan cara menarik garis pangkal berdasarkan garis air pasang surut atau countour pulau/darat. Ketentuan ini membuat Indonesia bukan sebagai negara kesatuan, karena pada setiap wilayah laut terdapat laut bebas yang berada di luar wilayah yurisdiksi nasional.
• Deklarasi Juanda, 13 Desember 1957 merupakan pengumuman pemerintah RI tentang wilayah perairan negara RI, yang isinya:
1. Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi berdasarkan garis pasang surut (low water line), tetapi pada sistem penarikan garis lurus (straight base line) yang diukur dari garis yang menghubungkan titik - titik ujung yang terluar dari pulau-pulau yang termasuk dalam wilayah RI.
2. Penentuan wilayah lebar laut dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut.
3. Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) sebagai rezim Hukum Internasional, di mana batasan nusantara 200 mil yang diukur dari garis pangkal wilayah laut Indonesia. Dengan adanya Deklarasi Juanda, secara yuridis formal, Indonesia menjadi utuh dan tidak terpecah lagi.
Tujuan
Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu:
1. Tujuan nasional, dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah "untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial".
2. Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.
Implementasi
Kehidupan politik
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan wawasan nusantara, yaitu:
1. Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum dan mementingkan persatuan bangsa.Contohnya seperti dalam pemilihan presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip demokratis dan keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.
2. Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai denga hukum yang berlaku. Seluruh bangsa Indonesia harus mempunyai dasar hukum yang sama bagi setiap warga negara, tanpa pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk hukum yang dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku secara nasional.
3. Mengembagkan sikap hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, dan bahasa yamg berbeda, sehingga menumbuhkan sikap toleransi.
4. Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan untuk menigkatkan semangat kebangsaan dan kesatuan.
5. Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan memperkuat korps diplomatik ebagai upaya penjagaan wilayah Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan pulau kosong.
Kehidupan ekonomi
1. Wilayah nusantara mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, seperti posisi khatulistiwa, wilayah laut yang luas, hutan tropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar, serta memeliki penduduk dalam jumlah cukup besar. Oleh karena itu, implementasi dalam kehidupan ekonomi harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan perindustrian.
2. Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan antardaerah. Oleh sebab itu, dengan adanya otonomi daerah dapat menciptakan upaya dalam keadilan ekonomi.
3. Pembangunan ekonomi harus melibatkan partisipasi rakyat, seperti dengan memberikan fasilitas kredit mikro dalam pengembangan usaha kecil.
Kehidupan sosial


Tari pendet dari Bali merupakan budaya Indonesia yang harus dilestarikan sebagai implementasi dalam kehidupan sosial.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial, yaitu :
1. Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang berbeda, dari segi budaya, status sosial, maupun daerah. Contohnya dengan pemerataan pendidikan di semua daerah dan program wajib belajar harus diprioritaskan bagi daerah tertinggal.
2. Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan sumber pendapatan nasional maupun daerah. Contohnya dengan pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar budaya.
Kehidupan pertahanan dan keamanan
Membangun TNI Profesional merupakan implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, yaitu :
1. Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban setiap warga negara, seperti memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kemampuan disiplin, melaporkan hal-hal yang menganggu keamanan kepada aparat dan belajar kemiliteran.
2. Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.
3. Membangun TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia, terutama pulau dan wilayah terluar Indonesia.
Geografi Indonesia

Peta garis kepulauan Indonesia, Deposit oleh Republik Indonesia pada daftar titik-titik koordinat geografis berdasarkan pasal 47, ayat 9, dari Konvensi PBB tentang Hukum Laut.[30][31]

Sebuah air terjun, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur.
Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara[32] yang memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni[33], yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BB - 141°45'BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.
Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, dimana setengah populasi Indonesia bermukim. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km². Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan territorial laut: 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif: 200 mil laut,[34] searah penjuru mata angin, yaitu:
Utara
Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km[33], Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan

Selatan
Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia

Barat
Samudra Indonesia

Timur
Negara Papua Nugini dengan perbatasan sepanjang 820 km[33], Timor Leste, dan Samudra Pasifik



Referensi
1. Suradinata,Ermaya. (2005). Hukum Dasar Geopolitik dan Geostrategi dalam Kerangka Keutuhan NKRI.. Jakarta: Suara Bebas. Hal 12-14.
4. Sunardi, R.M. (2004). Pembinaan Ketahanan Bangsa dalam Rangka Memperkokoh Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jakarta:Kuaternita Adidarma. ISBN 979-98241-0-9,9789799824103.Hal 179-180.
5. Alfandi, Widoyo. (2002). Reformasi Indonesia: Bahasan dari Sudut Pandang Geografi Politik dan Geopolitik. Yogyakarta:Gadjah Mada University. ISBN 979-420-516-8, 9789794205167.
6.Hidayat, I. Mardiyono, Hidayat I.(1983). Geopolitik, Teori dan Strategi Politik dalam Hubungannya dengan Manusia, Ruang dan Sumber Daya Alam. Surabaya:Usaha Nasional.Hal 85-86.
7. Sumarsono, S, et.al. (2001). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Hal 12-17.

ANTARA HAK & KEWAJIBAN

BAB I ANTARA HAK & KEWAJIBAN
PENDAHULUAN

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara).[5] Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,[6] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

A. Pengertian Hak dan Kewajiban.
Hak : adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri.
Contoh : hak mendapatkan pengajaran, hak mendapatkan nilai dari dosen dan sebagainya

Kewajiban : Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Contoh : melaksanakan tata tertib di kampus, melaksanakan tugas yang diberikan dosen dengan sebaik baiknya dan sebagainya.
B. Hak dan Kewajiban dalam UUD 1945 Pasal 30.
Di tegaskan bahwa tiap – tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara. Usaha pertahanan dan keamanan Negara dilaksanakan melalui system pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia,sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.
Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia di dalam menjalankan tugasnya, syarat –syarat keikutsertaan warga Negara dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara, serta hal – hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur dengan undang –undang.
Undang-Undang Dasar 1945 dalam Pasal 30 Ayat (1) menyebutkan tentang hak dan kewajiban tiap warga negara ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Ayat (2) menyebutkan usaha pertahanan dan keamanan rakyat, Ayat (3) menyebutkan tugas TNI sebagai "mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara". Ayat (4) menyebut tugas Polri sebagai "melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum". Ayat (5) menggariskan, susunan dan kedudukan, hubungan kewenangan TNI dan Polri dalam menjalankan tugas, serta hal-hal lain yang terkait dengan pertahanan dan keamanan, diatur dengan undang-undang (UU). Dari pembacaan Pasal 30 secara utuh dapat disimpulkan, meski TNI dan Polri berbeda dalam struktur organisasi, namun dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing keduanya bekerja sama dan saling mendukung dalam suatu "sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta". Pengaturan tentang sinkronisasi tugas pertahanan negara (hanneg) dan keamanan negara (kamneg) itulah yang seyogianya ditata ulang melalui undang-undang yang membangun adanya "ke-sistem-an" yang baik dan benar.
Tanggal 8 Januari Tahun 2002 DPR melahirkan UU No 2 dan UU No 3 Tahun 2002, masing-masing tentang Polri dan tentang Hanneg, hasil dari Ketetapan MPR No VI dan VII Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri . Pada 18 Agustus 2000 Komisi Konstitusi meresmikan Amandemen Kedua UUD 1945 yang menghasilkan Ayat (2) Pasal 30 UUD 1945 dengan rumusan sistem "han" dan "kam" serta "ra" dan "ta" . Pada Agustus 2003 Ketetapan I MPR Tahun 2003 menggugurkan Ketetapan VI dan VII MPR Tahun 2000 setelah ada perundang-undangan yang mengatur Polri dan tentang Hanneg. Pertengahan Oktober 2004 DPR meluluskan UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI.


3. Undang-Undang No.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988.
4. Tap MPR No.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.
5. Tap MPR No.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI.
6. Amandemen UUD '45 Pasal 30 dan pasal 27 ayat 3.
7. Undang-Undang No.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
Dengan hak dan kewajiban yang sama setiap orang Indonesia tanpa harus dikomando dapat berperan aktif dalam melaksanakan bela negara. Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan dengan cara lain seperti :
1. Ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar (seperti siskamling)
2. Ikut serta membantu korban bencana di dalam negeri
3. Belajar dengan tekun pelajaran atau mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn
4. Mengikuti kegiatan ekstraklurikuler seperti Paskibra, PMR dan Pramuka.
Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya kita turut serta dalam bela negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai macam ATHG / ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan pada NKRI / Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan NKRI.
Beberapa jenis / macam ancaman dan gangguan pertahanan dan keamanan negara :
1. Terorisme Internasional dan Nasional.
2. Aksi kekerasan yang berbau SARA.
3. Pelanggaran wilayah negara baik di darat, laut, udara dan luar angkasa.
4. Gerakan separatis pemisahan diri membuat negara baru.
5. Kejahatan dan gangguan lintas negara.
6. Pengrusakan lingkungan
1. John Locke

1.1. Pokok Pikiran Filosofis John Locke

Pemikiran filosofis John Lucke menampilkan perhatiannya yang begitu besar bagi kondisi natural alam dan manusia. Maksudnya John Lucke menampilkan sistem pemikiran filosofis yang berbasis pada kondisi natural. Pemikiran Lucke tentang alam dan manusia ditempatkannya dalam konteks pengalaman sebagai dasar dari perkembangan hidup manusia.

Locke mengaskan bahwa tak ada realitas lain yang lebih tinggi dari pada dunia empiris. Dunia itu berisi kualitas-kualitas primer yang menjadi dasar dan pembentuk manusia. Tanpa sustratum material yang ada dalam alam, manusia tak dapat membayangkan adanya kualitas-kualitas sekunder yang ditangkap oleh pancaindra dan yang direfleksikan oleh akal budi. Tak ada realitas lain yang lebih tinggi dari pada dunia indrawi. Hal ini berarti, alam menjadi sumber pengalaman dan pengetahuan manusia. Semua pengetahuan manusia dapat tergantung pada penglihatan aktualnya dan pengalaman indrawinya dengan obyek-obyek material. Dalam kontak tersebut, pancaindra menangkap obyek-obyek itu, dan dengan bantuan akal budinya, obyek-obyek itu dianalisa dan direfleksikan. Oleh sebab itu, bagi John Locke sendiri, menolak adanya faktifisasi obyek meterial, identik dengan menyangkan eksistensi pengetahuan.

Pandangan Locke tentang manusia berangkat dari penolakannya terhadap teori innatisme yang mengakui adanya ide-ide bawaan dari diri manusia. Ia berpendapat bahwa manusia tidak dapat menghasilkan pengetahuannya dari dirinya sendiri. Ketika lahir, manusia bagaikan kertas putih yang baru dan belum terisi. Dalam dirinya tidak ada ide yang diwariskan oleh Allah, tak ada ide tentang kebenaran moral dan kebaikan.bahkan kecenderungan atau kebiasaan-kebiasaan bawaan. Akal budi masih kosong. Namun dalam situasi yang kosong itu, manusia sadar bahwa ia tidak bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi eksistensinya. Dalam usaha untuk mewujudkan eksistensinya tersebut, manusia mulai membangun kontak dengan lingkungan sekitarnya dan membentuk dalam dirinya pengalaman-pengalaman akan setiap obyek yang dihadapinya. Konsekuensinya, akal budi manusia mulai terisi dan ia menjadi person yang rasional.

Penolakan Locke atas ide bawaan mendukung usaha individu dalam kebutuhannya untuk
mendapatkan pengetahuan dari pengalaman Menurutnya, seorang dapat menjadi budak atau bebas ditentukan oleh hak-hak kodrati seperti hak hidup, kebebasan dan hak milik. Dengan demikian, Locke menampilkan karakter dasar manusia sebagai makhluk rasional dan moral Menurut Locke, secara kodrati manusia itu baik dan tanpa cela. Dalam kondisi alamiahnya itu, ia menjadi person yang bebas untuk menentukan dirinya dan menggunakan hak miliknya tanpa tergantung pada kehendak orang lain. Namun dalam kebebasannya tersebut, manusia harus tinggal dan membentuk satu masyarakat politis, di mana seluruh anggotanya memiliki hak dan kebebasan yang sama. Serentak juga ia sadar bahwa semua manusia sama. Dalam kebersamaan tersebut, mereka mempercayakan kekuasaan kepada penguasa dengan syarat bahwa hak-hak kodrati itu dihormati oleh penguasa-penguasa tersebut dengan tujuan untuk mencapai kebahagiaan hidup.

1.2. Pandangan John Locke Tentang Pendidikan

A. Tujuan Pendidikan

Dalam pandangannya tentang filsafat ilmu pengetahuan, Locke mengemukakan tentang beberapa tujuan dari pendidikan, yakni pertama, pendidikan bertujuan untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran setiap manusia (bangsa). Oleh sebab itu, sebagai bagian akhir dari pendidikan, pengetahuan hendaknya membantu menusia untuk memperoleh kebenaran, keutamaan dan kebijaksanaan hidup.Kedua, pendidikan juga bertujuan untuk mencapai kecerdasan setiap individu dalam menguasai ilmu pengetahuan sesuai dengan tingkatannya. Dalam konteks itu, Locke melihat pengetahuan sebagai usaha untuk memberantas kebodohan dalam hidup masyarakat Setiap manusia diarahkan pada usaha untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam dirinya. Ketiga, pendidikan juga menyediakan karakter dasar dari kebutuhan manusia untuk menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggungjawab Dalam arti ini, pengetahuan dilihat oleh John Locke sebagai sarana untuk membentuk manusia menjadi pribadi yang bermoral Seluruh tingkah laku diarahkan pada usaha untuk membentuk pribadi manusia yang baik, sesuai dengan karakter dasar sendiri sejak diciptakan. Keempat, pendidikan menjadi sarana dan usaha untuk memelihara dan membaharui sistem pemerintahan yang ada

B. Hakekat Pendidikan

Menurut Locke, seluruh pengetahuan pada hakekatnya berasal dari pengalaman. Apa yang kita ketahui melalui pengalaman itu bukanlah obyek atau benda yang hendak kita ketahui itu sendiri, melainkan hanya kesan-kesan pada pancaindra kita. Dalam bukunya An Essay Concerning Human Understanding, Locke berpendapat bahwa ide datang dari dua sumber pengalaman, yaitu pengalaman lahiria (sensation) dan pengalaman badaniah (reflektion). Kedua pengalaman ini saling menjalin. Locke melukiskan bahwa pikiran sebagai sesuatu lembaran kosong yang menerima segala sesuatu dari pengalaman. Materi-materi diperoleh secara pasif melalui pancaindra dan dengan aktivitas pikiran materi-materi itu disusun menjadi suatu jaringan pengetahuan yang disebutnya sebagai reflection Materi-materi yang berada di luar kita menimbulkan di dalam diri kita gagasan-gagasan dari pengalaman lahiriah. Oleh Locke, gagasan-gagasan ini diberdakan atas gagasan-gagasan tunggal (simple ideas) dan gagasan-gagasan majemuk (complex ideas). Gagasan-gagasan tunggal muncul kepada kita melalui pengalaman, tanpa pengolahan secara logis sedangkan gagasan-gagasan majemuk timbul dari perpaduan gagasan-gagasan tunggal.

C. Metode Pendidikan

Pada dasarnya Locke menolak metode pangajaran yang biasa disertai dengan hukuman. Baginya, tata krama dipelajari melalui teladan dan bahasa dipelajari melalui kecakapan.[16] Dengan demikian metode yang ditawarkan Locke adalah pelajaran melalui praktek. Metode harus membawa para murid kepada praktek aktivitas-aktivitas kesopanan yang ideal sampai mereka menjadi terbiasa.[17] Anak-anak pertama-tama belajar melalui aktivitas-aktivitas yang dilakukan, baru kemudian tiba pada pengertian atau pengetahuan atas apa yang ia lakukan.

D. Kurikulum Inti

John Locke menegaskan kurikulum harus diarahkan demi kecerdasan individual, kemampuan dan keistimewaan anak-anak dalam menguasai pengetahuan dan bukan pada pengetahuan yang biasa diajarkan dengan hukuman yang sewenang-wenang. Kurikulum bagi kaum miskin hendaknya difokuskan pada ibadat yang teratur demi memperbaiki kehidupan religius dan moral, pada kerajinan tangan dan ketrampilan pertanian, pada pendidikan kesenian, dengan suatu maksud bahwa para murid harus belajar membaca, menulis dan mengerjakan ilmu pasti.

Menurut Locke perkembangan kepribadian yang baik terdiri dari tiga bagian: kebajikan, kebijaksanaan dan pendidikan. Pendidikan ini mencakup membaca, menulis dan ilmu menghitung, bahasa dan kesusastraan, pengetahuan alam, pengetahuan sosial dan kesenian. Ia juga menekankan studi geografi, aritmatika, astronomi, geometri, sejarah, etika, dan hukum sipil.
Charles-Louis de Secondat, Baron de La Brède et de Montesquieu (lahir 18 Januari 1689 – meninggal 10 Februari 1755 pada umur 66 tahun), atau lebih dikenal dengan Montesquieu, adalah pemikir politik Perancis yang hidup pada Era Pencerahan (bahasa Inggris: Enlightenment). Ia terkenal dengan teorinya mengenai pemisahan kekuasaan yang banyak disadur pada diskusi-diskusi mengenai pemerintahan dan diterapkan pada banyak konstitusi di seluruh dunia. Ia memegang peranan penting dalam memopulerkan istilah "feodalisme" dan "Kekaisaran Bizantium"
Feodalisme adalah struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang dijalankan kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra. Dalam pengertian yang asli, struktur ini disematkan oleh sejarawan pada sistem politik di Eropa pada Abad Pertengahan, yang menempatkan kalangan kesatria dan kelas bangsawan lainnya (vassal) sebagai penguasa kawasan atau hak tertentu (disebut fief atau, dalam bahasa Latin, feodum) yang ditunjuk oleh monarki (biasanya raja atau lord).
Istilah feodalisme sendiri dipakai sejak abad ke-17 dan oleh pelakunya sendiri tidak pernah dipakai. Semenjak tahun 1960-an, para sejarawan memperluas penggunaan istilah ini dengan memasukkan pula aspek kehidupan sosial para pekerja lahan di lahan yang dikuasai oleh tuan tanah, sehingga muncul istilah "masyarakat feodal". Karena penggunaan istilah feodalisme semakin lama semakin berkonotasi negatif, oleh para pengkritiknya istilah ini sekarang dianggap tidak membantu memperjelas keadaan dan dianjurkan untuk tidak dipakai tanpa kualifikasi yang jelas.
Dalam penggunaan bahasa sehari-hari di Indonesia, seringkali kata ini digunakan untuk merujuk pada perilaku-perilaku negatif yang mirip dengan perilaku para penguasa yang lalim, seperti 'kolot', 'selalu ingin dihormati', atau 'bertahan pada nilai-nilai lama yang sudah banyak ditinggalkan'. Arti ini sudah banyak melenceng dari pengertian politiknya.

Referensi
Sumarsono, S, et.al. (2001). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

FUNGSI PRODUKSI

Memperkirakan Cobb-Douglas fungsi produksi

Tiga faktor Cobb-Douglas fungsi produksi adalah:

q = A * (L alpha ^) * (K beta ^) * (M gamma ^) = f (L, K, M).

dimana L = tenaga kerja, K = modal, M = bahan dan perlengkapan, dan q = produk. Simbol "^" berarti "meningkat menjadi kekuasaan," yaitu alpha ^ L berarti "menaikkan nilai L untuk kekuatan dari nilai alpha."

Jika untuk nilai diberikan L, K, dan M, Hessian dari fungsi produksi f adalah negatif pasti, maka isokuan pada titik yang cekung ke asal.

Penurunan I. kembali untuk skala: alpha + beta + gama <1 Dengan menurun kembali ke skala, peningkatan proporsional dalam semua input akan meningkatkan output dengan kurang dari konstanta proporsional. Ketika kita memperkirakan fungsi produksi Cobb-Douglas, kami menemukan bahwa: A = 1,01278, alpha = 0,317, beta = 0,417, dan gamma = 0,186. alpha + beta + gama = 0,317 + 0,417 + 0,186 = 0,92 <1 Kemudian, q = A * (L alpha ^) * (K beta ^) * (M gamma ^) -> q = 1,01278 * (L ^ 0,317) * (K ^ 0,417) * (M ^ 0,186)

Misalkan perusahaan dapat membeli faktor-faktor tersebut pada harga: wL = 7, WK = 13, WM = 6. Biayanya akan:

c (q) = * L wL + K * WK + wm * M = 7 L * K * + 13 + 6 * L

Kemudian untuk menghasilkan 35 unit produk dengan biaya minimum, maka harus menggunakan:

L = 59,36, K 42.05 =, dan M = 40,64 unit input.

Catatan:
1. 35 = 1,01278 * (59,36 ^ .317) * (42,05 ^ .417) * (40,64 ^ .186)
2. c (q) = 7 * L + 13 K * + 6 M * -> 1205 = 7 * 59,36 + 13 * 42.05 + 6 * 40,64
3. c = biaya rata-rata (q) / q -> 1.205,95 / 35 = 34,46

kombinasi input faktor lain juga akan menghasilkan 35 unit produk, seperti L = 74,01, K = 37,44, dan M = 36,19. Tapi, ini kombinasi akan lebih mahal pada harga-harga faktor diberikan.

Dengan kombinasi input tidak efisien:
1. 35 = 1,01278 * (74,01 ^ .317) * (37,44 ^ .417) * (36,19 ^ .186)
2. 1221,9 = 7 * 74,01 + 13 * 37,44 + 6 * 36,19
3. Biaya rata-rata = 1.221,9 / 35 = 34,91


Masukan L = 59,36, K = 42,05, dan M = 40,64 adalah kombinasi paling-biaya input yang akan menghasilkan q = 35 unit produk dengan harga input wL = 7, WK = 13, dan WM = 6.

Jika jumlah layak untuk setiap produk, kami menghitung biaya produksi produk yang menggunakan kombinasi meminimalkan biaya input, kita memperoleh fungsi biaya, dari mana biaya rata-rata dan fungsi biaya marjinal dapat diperoleh.
Grafik Biaya Rata-rata dan biaya marjinal
untuk Fungsi Produksi Cobb-Douglas


biaya rata-rata dan biaya marjinal meningkat, dan biaya marjinal lebih besar dari biaya rata-rata. Kedua hasil ini adalah akibat dari produksi Cobb-Douglas kami memiliki fungsi kembali menurun menjadi skala. Juga, kita melihat bahwa fungsi biaya tidak terlihat seperti fungsi biaya berbentuk U gunakan dalam model oligopoli.

, II. Meningkatkan kembali ke skala: alpha + beta + gama> 1

Dengan meningkatnya kembali ke skala, peningkatan proporsional dalam semua input akan meningkatkan output dengan lebih dari konstanta proporsional. Cobb-Douglas fungsi produksi kami sekarang mungkin berupa:

q = A * (L ^ .35) * (K ^ 0,4) * (M ^ .3)

dimana A = 1 dan alpha + beta + gama = 0,35 + 0,4 + 0,3 = 1,05> 1

Dengan harga-harga faktor yang sama seperti sebelumnya, kami menghitung biaya produksi produk yang menggunakan kombinasi meminimalkan biaya input, memperoleh fungsi biaya, dan biaya rata-rata dan fungsi biaya marjinal.
bahwa baik biaya rata-rata dan biaya marjinal yang menurun, dengan biaya marjinal di bawah biaya rata-rata, akibat dari meningkatnya kembali ke skala.
Fungsi Produksi Cobb-Douglas Data
Meningkatkan Kembali ke Skala


III. Jangka pendek - modal tetap - menurun kembali ke skala

Misalkan perusahaan kami adalah untuk beroperasi secara efisien (menggunakan kombinasi meminimalkan biaya input) menghasilkan produk dalam 25 - 35 range unit (menggunakan kembali Cobb-Douglas penurunan fungsi produksi). Mungkin mengatur modal K = 35,56, yang, dari tabel di atas, adalah jumlah modal yang berkaitan dengan memproduksi q = 30 unit produk.
Grafik Biaya rata-rata dan biaya marjinal
Cobb-Douglas Fungsi Produksi - Modal Tetap


Karena biaya marjinal hampir fungsi linear dari q, total biaya (dengan modal tetap) adalah hampir fungsi kuadrat dari q (sejak derivatif biaya, marjinal, adalah linier).
Fungsi Produksi Cobb-Douglas Data
Penurunan skala ekonomi
Modal Tetap
Perhatikan bahwa q 30 = adalah titik di mana jangka pendek (modal tetap), kurva biaya rata-rata bersinggungan dengan jangka panjang, Cobb Douglas kurva biaya rata-rata.

IV. Isokuan

Tingkat tertentu output, q = q, dapat dihasilkan oleh berbagai kombinasi input faktor, L, K, dan M. Memperbaiki tingkat output produk di q = q, kita memperoleh persamaan dari fungsi produksi Cobb-Douglas:

q = A * (L alpha ^) * (K beta ^) * (M ^ gamma) = f (L, K, M),

untuk permukaan isokuan 3-dimensi, ketika q = q.

Permukaan isokuan bersinggungan dengan pesawat isocost:

C (q) = * L wL + K * WK + WM M *

pada biaya meminimalkan kombinasi faktor input, (L, K, M) = (L, K, M).

Pertimbangkan lagi fungsi produksi Cobb-Douglas spesifik:

q = 1,01278 * (L ^ 0,317) * (K ^ 0,417) * (M ^ 0,186).

Bila q = 30 dan (wL, WK, WM) = (7, 13, 6), meminimalkan biaya input adalah:

(L, K, M) = (50,2, 35,56, 34,37), dan

C (30) = 7 * 50,2 + 13 * 35,56 + 6 * 34,37 = 1.019,91.

Memecahkan persamaan Cobb-Douglas untuk L, K, dan M pada gilirannya, kita mendapatkan:

1. L = q ^ (1/alpha) / (A * K * M ^ beta gamma ^) ^ (1/alpha),

2. K = q ^ (1/beta) / (A * L * M ^ alpha gamma ^) ^ (1/beta),

3. M = q ^ (1/gamma) / (A * L * alpha ^ ^ beta K) ^ (1/alpha),

tiga persamaan untuk permukaan isokuan 3-dimensi.

Dengan menetapkan jumlah input untuk satu faktor, kita mendapatkan kurva isokuan 2-dimensi. Sebagai contoh, memperbaiki M = M dalam persamaan 2, dan K = K dalam persamaan 3, kita mendapatkan:

2. → LK isokuan: K = q ^ (1/beta) / (A * L * M ^ alpha gamma ^) ^ (1/beta),

3. → LM isokuan: M = q ^ (1/gamma) / (A * L * alpha ^ ^ beta K) ^ (1/alpha),

dengan K dan M sebagai fungsi dari satu variabel, L. grafik diagram berikut, di biru, isokuan LK dan LM untuk q, = 24 30, dan 36.

Garis kuning mewakili garis isocost, kombinasi L, K, dan M yang dapat dibeli dengan total biaya konstan pada harga wL = 7, WK = 13, dan WM = 6.

Kemiringan garis isocost LK adalah mK =-wL / minggu = -7/13, kemiringan garis isocost LM mM-= wL / wm = -7 / 6.

Untuk q = 30, garis isocost LK-K memiliki intersep di (C (30) - WM * M) / minggu = (1.019,91-6 * 34,37) / 13 = 62,59,
sedangkan garis isocost LM memiliki M-intercept di (C (30) - * wk K) / wm = (1019,91-13 * 35,56) / 6 = 92,94.

Untuk q = 30, isokuan LK bersinggungan dengan garis isocost LK di (L, K) = (, 50,2 35,56), sedangkan isokuan LM bersinggungan dengan garis isocost LM di (L, M) =, (50,2 34,37 ).
L-K isokuan, = M M L-M isokuan, K = K


Sinar merah yang berasal dari asal dalam diagram berpotongan satu sama isokuan pada sudut yang sama. Akibatnya, isokuan apapun proyeksi radial setiap isokuan lain. Secara khusus, isokuan apapun proyeksi radial dari isokuan unit, yaitu isokuan untuk q = 1. Produksi fungsi dengan properti ini disebut fungsi produksi homothetic.



V. Formula

Tiga faktor Cobb-Douglas fungsi produksi adalah:

q = A * (L alpha ^) * (K beta ^) * (M gamma ^) = f (L, K, M).

a. Marjinal produk kerja: ∂ f (L, K, M) / ∂ L = fL = alpha * A * (^ L (alpha-1)) * (K beta ^) * (M gamma ^) = (alpha / L ) * f (L, K, M)

b. fungsi biaya marjinal: jika (L, K, M) adalah meminimalkan biaya kombinasi input pada harga (wL, WK, WM) untuk q output, maka
C '(q) C = ∂ / ∂ q = wL / (∂ f (L, K, M) / ∂ L)

VI. Kombinasi biaya terendah input

Cari nilai-nilai L, K, M, dan μ yang meminimalkan Lagrangian:

G (q, L, K, M, μ) = L * wL + * K WK + WM M * + μ * [q - f (L, K, M)]

1. GL = wL - μ * = 0 fL
2. GK = WK - μ * FK = 0
3. GM = wm - μ * fm = 0
4. Gμ = q - f (L, K, M) = 0

Dari persamaan a., b., dan c. kita mendapatkan:

5. wL / minggu = fL / FK = alpha * L / (beta * K) -> K = L * beta * wL / (alpha WK *)
6. wL / wm = fL / fm = alpha * L / (gamma * M) -> M = L * gamma * wL / (alpha * WM)
7. WK / wm = FK / fm = beta * K / (gamma * M)

E. mengganti persamaan dan f. ke dalam fungsi produksi Cobb-Douglas:

q = A * L ^ * alpha (L * wL * beta / (alpha * wk)) ^ * beta (L * gamma * wL / (alpha * WM)) gamma ^

Penyelesaian untuk menghasilkan L:

8. L = {q / [* A (beta * wL / (alpha WK *)) ^ beta * (gamma * wL / (alpha * WM)) ^ gamma]} ^ (1 / (alpha + beta + gamma))

= Q (1 / (alpha + beta + gamma)) * (alpha / wL) * [alpha ^ WK ^ wL * beta * wm ^ gamma / (A * alpha alpha ^ * ^ beta beta gamma gamma * ^)] ^ (1 / (alpha + beta + gamma))

Akhirnya, menggantikan e., f. dan h. ke dalam fungsi biaya:

C (q) = * L wL + K * minggu + WM M *

menghasilkan fungsi biaya, sebagai fungsi dari output, tergantung pada harga input dan parameter fungsi produksi Cobb-Douglas.

VII. Cobb-Douglas Fungsi Biaya

Jika kita benar-benar memecahkan secara eksplisit untuk C (q):

C (q, wL, WK, WM) = h (q) * c (wL, WK, WM)

mana kembali ke skala fungsi:

h (q) = q ^ (1 / (alpha + beta + gamma))

, fungsi terus meningkat dari q (q> = 1), dengan h (0) = 0 dan h (1) = 1.

dan fungsi biaya unit:

c (wL, WK, WM) = B * [alpha ^ WK ^ wL * beta * wm gamma ^] ^ (1 / (alpha + beta + gamma))

dengan B = (alpha + beta + gamma) / [A alpha alpha * ^ * ^ beta beta gamma gamma * ^] ^ (1 / (alpha + beta + gamma))

Biaya satuan fungsi c (wL, WK, WM) terlihat, menarik, seperti induknya - fungsi produksi Cobb-Douglas.

Fungsi produksi Cobb-Douglas disebut homothetic, karena fungsi biaya Cobb-Douglas dapat dipisahkan (faktor) menjadi fungsi dari output, q, kali fungsi dari harga input, wL, WK, dan WM.

VIII. Faktor permintaan fungsi:

Jika kita mengambil turunan dari fungsi biaya berkenaan dengan harga input, kita mendapatkan fungsi faktor permintaan untuk input bahwa:

∂ C / ∂ wL = h (q) * (alpha / wL) c * (wL, WK, WM) / (alpha + beta + gamma) = L

∂ C / ∂ minggu = h (q) * (beta / minggu) c * (wL, WK, WM) / (alpha + beta + gamma) = K

∂ C / ∂ WM = h (q) * (gamma / WM) * c (wL, WK, WM) / (alpha + beta + gamma) = M

IX. Sifat unit Cobb-Douglas Biaya Fungsi, c (wL, WK, WM).

a. c linier homogen dalam harga-harga faktor:

c (* t wL, * WK t, t * WM) = B * [(t * wL) ^ alpha * (WK * t) ^ * beta (t * WM) gamma ^] ^ (1 / (alpha + beta + gamma))

= T * c (wL, WK, WM)

b. c cekung harga faktor.

Periksa apakah Hessian untuk c fungsi negatif (semi) yang pasti.

X. Elastisitas substitusi antara input (sigma).

Dari persamaan e. V Bagian kita mendapatkan:

K / L = (beta / alpha) * (wl / minggu) → ln (K / L) = ln (beta / alpha) + ln (wL / WK)

sigma = d (ln (K / L)) / d (ln (wL / minggu)) = 1

XI. Negatif pasti:

The Hessian, H, dari suatu fungsi, f adalah negatif pasti, jika minor utama dari H alternatif dalam tanda, dimulai dengan negatif. Jika satu (atau lebih) minor utama memiliki nilai nol, f adalah negatif semidefinite.

Untuk fungsi produksi Cobb-Douglas:
H = fLL fLK FLM
fKL FKK FKM
fMK FML FMM

H1 = fLL =-alpha * f * (1 - alfa) / L ^ 2 <0 H2 = fLL fLK fKL FKK H2 =-alpha * f * (1 - alfa) / L ^ 2 * alpha * beta f / (L * K) alpha * * beta f / (L * K) *-beta f * (1 - beta) / K ^ 2 H2 = [alpha beta * / (L ^ 2 * K ^ 2)] * f * (1 - alfa - beta)> 0

= Penentuan H <(=) 0 H3 Contoh: Pertimbangkan fungsi Cobb-Douglas produksi tertentu: q = 1,01278 * (L ^ 0,317) * (K ^ 0,417) * (M ^ 0,186). Pada L = 50,20, K = 35,56, K = 34,366, q = 30 = 1,01278 * (50,20 ^ 0,317) * (35,56 ^ 0,417) * (34,366 ^ 0,186) H = fLL fLK FLM fKL FKK FKM fMK FML FMM = -0.00257711359252 H1 = fLL = -0,00257711359252 <0 H2 = [alpha beta * / (L ^ 2 * K ^ 2)] * f * (1 - alfa - beta) = 9.929358340000970e-006> 0

H3 = det (H) =-1.410896418980941e-008 <0

The Hessian dari fungsi produksi pasti negatif pasti pada L = 50,20, K = 35,56, K = 34,366







Bila diketahui bahwa fungsi produksi barang X dapat dirumuskan dalam format Cobb-Douglas Function Q = 5.K1/4L3/4 di mana Q0 = 1.000 unit
Diminta:
1. Hitunglah least-cost combination penggunaan input K dan L bila r = Rp. 10.000 per machine hour, dan w = Rp 5.000 per man hour.
2. Hitung kembali jawaban soal (a) bila Q’ = 1.100 dan Q” = 1.500
3. Buatlah rekapitulasi yang menggambarkan Cost Function
4. Susun kembali rekapitulasi tersebut pada soal c bila cost of capital naik 10% dan labor cost naik 5%
5. Dapatkah saudara menggambarkannya dalam bentuk grafik

Jawaban :
1. C = r.K + w.L
Meminimumkan biaya dengan kendala fungsi produksi
Dengan SOP optimasi:
minimumkan : C = r.K + w.L
yang memenuhi :
kendala : Q = 5.K1/4L3/4
fungsi sasaran : G = r.K + w.L – λ(5.K1/4L3/4 – Q)
Syarat primer:
= 0 ; = 0

Sehingga:
= r – λ.5.(1/4).K-3/4L3/4 = 0
r – λ.(5/4).K-3/4L3/4 = 0
λ.(5/4).K-3/4L3/4 = r
λ = r/((5/4).K-3/4L3/4)

= w – λ.5.(3/4).K1/4L-1/4 = 0
w – λ.(15/4).K1/4L-1/4 = 0
λ.(15/4).K1/4L-1/4 = w
λ = w/((15/4).K1/4L-1/4)

λ = λ

r/((5/4).K-3/4L3/4) = w/((15/4).K1/4L-1/4)
r.(15/4).K1/4L-1/4 = w.(5/4).K-3/4L3/4
kedua ruas dikali 4
r.15.K1/4L-1/4 = w.5.K-3/4L3/4
kedua ruas dibagi 5
r.3.K1/4L-1/4 = w.1.K-3/4L3/4
kedua ruas dikali K3/4.L1/4
r.3.K1L0 = w.K0L1
r.3.K1.1 = w.1.L1
r.3.K = w.L
r.3.K/w = L
L = r.3.K/w

Diketahui r = 10.000 per machine hour, w = Rp.5.000 per man hour

L = 10.000.3.K/5.000
L = 30.000K/5.000
L = 6K

Diketahui Q0 = 1.000 unit
Q = 5.K1/4L3/4
Q = 5. K1/4(6K)3/4
Q = 5. K1/4.63/4K3/4
Q = 5.63/4.K
Q = 19,17K
K = Q/19,17
K = 1.000/19.17
K = 52,17 machine hour
L = 6.K
L = 6. 52.17
L = 313,02 man hour

2. Bila Q’ = 1.100 unit
K = Q/19,17
K = 1.100/19.17
K = 57,38 machine hour
L = 6.K
L = 344,28 man hour
Bila Q” = 1.500
K = Q/19,17
K = 1.500/19.17
K = 78,25 machine hour
L = 6.K
L = 469,5 man hour

3. Rekapitulasi Cost schedule
r = Rp.10.000 per machine hour; w = Rp.5.000 per man hour
Q (unit) C (rupiah) = r.K + w.L Keterangan
1.000 2.086.800 K = 52,17; L = 313,02
1.100 2.295.200 K = 57,38; L = 344,28
1.500 3.130.000 K = 78,25; L = 469,5

1. Bila cost of capital naik 10%, labor cost naik 5%
r = 10.000 (1 + 10%)
r = 10.000 (1,1)
r = 11.000
w = 5.000 (1+5%)
w = 5.000 (1.05)
w = 5.250

Karena adanya perubahan r dan w, maka kombinasi penggunaan input optimal berubah menjadi:
L = r.3.K/w
L = 11.000.3.K/5.250
L = 33.000K/5.250
L = 6,29K

Sehingga
Q = 5.K1/4L3/4
Q = 5. K1/4(6,2857K)3/4
Q = 5. K1/4.6,28573/4K3/4
Q = 5.6,28573/4.K
Q = 19,85K
K = Q/19,85

Bika Q0 = 1.000
K = 1.000/19,85
K = 50,38
L = 6,29K
L = 6,29. 50,38
L = 316,18

Bila Q’ = 1.100
K = 1.100/19,85
K = 55,42
L = 6,29K
L = 6,29. 55,42
L = 348,59

Bila Q’ = 1.500
K = 1.500/19,85
K = 75,57
L = 6,29K
L = 6,29. 75,57
L = 475,34
r = Rp.11.000 per machine hour; w = Rp.5.250 per man hour

Q (unit) C (rupiah) = r.K + w.L Keterangan
1.000 2.214.125 K = 50,38; L = 316,18
1.100 2.439.718 K = 55,42; L = 348,59
1.500 3.326.805 K = 75,57; L = 475,34

1. Grafik Cost Function


Pada r = 10.000, w = 5.000
C = r.K + w.L
Q = 5.K1/4L3/4
L = 6.K

Q = 5.K1/4L3/4
Q = 5.K1/4.(6K)3/4
Q = 5.63/4.K1/4.K3/4
Q = 5.63/4.K
Q = 19,1682K
K = Q/19,1682
K = 0.0521.Q

C = r.K + w.L
C = 10.000.K + 5.000.6.K
C = 10.000.K + 30.000K
C = 40.000K
C = 40.000.0.0521.Q
C = 2084Q

Pada r = 11.000, w = 5.200
C = r.K + w.L
Q = 5.K1/4L3/4
L = 6,29K
Q = 5.K1/4L3/4
Q = 5.K1/4.(6,29K)3/4
Q = 5.6,293/4.K1/4.K3/4
Q = 5.63/4.K
Q = 19,8590K
K = Q/19,8590
K = 0.05036.Q

C = r.K + w.L
C = 11.000.K + 5.250.6,29.K
C = 11.000.K + 33.022,5K
C = 44.022,5K
C = 44.022,5. 0.05036.Q
C = 2.216,97Q
METODE LAGRANGE
Metode ini adalah cara menentukan titik maksimum dan minimum suatu fungsi yang diiringi dengan persyaratan atau kendala yang harus dipenuhi. Metode ini banyak digunakan dalam berbagai masalah terapan di dunia nyata, terutama di bidang ekonomi. Sebagai contoh, seorang pengusaha ingin memaksimumkan keuntungan, tapi dibatasi oleh banyaknya bahan mentah yang tersedia, banyaknya tenaga kerja dan sebagainya.
Metode ini akan membantu kita untuk memperoleh nilai-nilai maksimim relatif atau minimum relative dari fungsi f(x,y) yang dipengaruhi oleh fungsi persyaratan g((x,y) = 0, terdiri atas pembentukan fungsi penolong.
F(x,y, ) = f(x,y) + g(x,y)
dengan persyaratan :
= 0 , = 0, = 0
yang merupakan syarat perlu untuk maksimum relative maupun minimum relative. Parameter yang tidak tergantung pada x, dan y disebut pengali lagrange.

1.Kasus Dengan Satu Pengali Lagrange
Untuk suatu masalah yang melibatkan satu persyaratan, diperlukan hanya satu parameter sebagai pengali lagrange.
Jika f(x,y) merupakan suatu fungsi yang akan ditentuka nilai maksimum atau minimum relatifnya dan g((x,y) = 0 adalah persyaratan yang harus dipenuhi, maka fungsi penolongnya berbentuk
F(x,y, ) = f(x,y) + g(x,y)
Fungsi penolong F(x,y, ) ini adalah fungsi dari tiga variabel x,y dan .
Dapat ditunjukkan bahwa suatu maksimum relatif atau minimum relatif dari F adalah juga merupakan maksimum (minimum) relatif dari f(x,y) dengan persyaratan g((x,y) = 0

Maka harus dipenuhi persyaratan:
= + = 0
= + = 0
= g(x,y) = 0
Setiap penyelesaian dari sistem persamaan ini adalah suatu nilai kritis dari fungsi f(x,y).
Contoh 1 :
Tentukan nilai maksimum dari f(x,y) = xy dengan syarat : g(x,y) = x + y – 16 = 0
jawab :
F(x,y, ) = f(x,y) + g(x,y)
=xy + (x + y - 16)
= y + = 0 y =
= x + = 0 x =
= x + y – 16 – 16 = 0
= 16
= -8
karena = -8, maka : x = y =
x = 8 y = 8


titik kritis dicapai jika x = 8 dan y = 8 dengan nilai minimum f(x,y) = xy
= 8.8
=16 ( nilai minimum)

Senin, 07 Maret 2011

TEORI EKONOMI MIKRO DAN MAKRO

TEORI EKONOMI MIKRO DAN MAKRO

Pengantar

Dalam menghadapi dunia perekonomian , kita harus mengetahui 2 teori yang adalah dasar dari proses perekonomian. Teori itu terdiri dari teori ekonomi mikro dan makro.

Isi

- Ilmu ekonomi mikro

Konsep teori:

(sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).
*Konsep fundamental dalam ekonomi mikro

elastisitas ,surplus konsumsi & produksi ,permintaan agregat

*Teori konsumsi

Prefrensi ,kurva indiferen ,utilitas marjinal
*Teori produksi dan harga
efisiensi-X ,faktor produksi,maksimalisasi laba ,fungsi produksi,ekonomi skala ,diskriminasi harga ,harga transfer ,harga barang gabungan ,titik harga





Asumsi :

Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk memengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana.

Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut "kegagalan pasar", yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk membiayainya). Dalam kasus ini, ekonom akan berusaha untuk mencari kebijakan yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat "pasar yang hilang" untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang tindakan kolektif. Harus dicatat juga bahwa "kesejahteraan optimal" biasanya memakai norma Pareto, dimana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten dengan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya. Dalam ekonomi mikro, istilah "kegagalan pasar" tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani "kepentingan publik", sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.

Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :

* Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana "sebuah" pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-trust.
* Eksternalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana "pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktivitas ekonomi didalam orang luar/asing." Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif. Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.
* Barang publik seperti pertahanan nasional dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pda barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).
* Kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidak pastian (informasi yang inefisien). Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana mobil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupakan penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini dijelaskan pertamakali oleh Kenneth J. Arrow di artikel seminar tentang kesehatan tahun 1963 berjudul "ketidakpastian dan Kesejahteraan Ekonomi dari Kepedulian Kesehatan," di dalam American Economic Review. George Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa , dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditas cenderung menurun, bahkan untuk kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi sebuah "lemon" (produk yang menyesatkan).



Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi para konsumen. Model operasi Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan.

Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.

Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:

* Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
* Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
* Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua biaya tetapnya.
* Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan, perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan risiko kerugian menyeluruh.

Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang lainnya. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan. Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan. Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.





Metodologi:

Ekuilibirium umum,teori Game ,ekonomi institusional, ekonomi neoklasik, ekonomi ustria



- Ilmu ekonomi makro

Konsep teori:



Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional. Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :

* Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
* Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
* Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.



Asumsi :

Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan sepertipertumbuhan ekonomi, stabilitas harga,tenaga kerjadan pencapaiankeseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Hingga 1930sebagian besar analisis ekonomi terfokus pada industri dan perusahaan. Ketika terjadiDepresi Besar pada tahun 1930-an, dan dengan perkembangan konsep pendapatan nasional dan statistik produk, bidang ekonomi makro mulai berkembang. Saat itu, gagasan-gagasan yang terutama berasal dari John Maynard Keynes, yang menggunakan konsep

aggregate demand

untuk menjelaskan fluktuasi antara hasil produksi dan tingkat pengangguran,sangat berpengaruh dalam perkembangan bidang ini.Keynesianisme didasarkan pada gagasan- gagasannya.

Pembedaan tradisional adalah antara dua pendekatan berbeda ke ekonomi: ekonomi Keynesian,memusatkan pada permintaan; dan ekonomi sisi-penyediaan (atau neo-klasik) yang memusatkanpada persediaan. Keduanya tidak bisa berjalan sendiri, namun ini hanya permasalahanpenekanan.



Metodologi:
Metodologi Ekonomi Positivisme

Dalam dunia ilmiah dikenal tiga metodologi umum dalam pengembangan ilmu pengetahuan, yaitu: apriori, aposteriori dan reduksionis. Kesemua itu merupakan landasan dalam metodologi positivisme. Paper ini akan menelusuri sejarah perkembangan metodologi tersebut serta implikasinya dalam ilmu ekonomi.

Karl Popper mempertemukan filosofi keilmuan lama dengan yang baru, antara metode induktif dengan metode deduktif. Popper berpendapat bahwa teori ilmiah yang terbaik harus dapat difalsifikasi setidaknya secara prinsip bila tidak sesuai dengan kenyataan empiris.

Sedangkan Thomas Kuhn menciptakan paradigma yang merupakan dasar utama dalam bidang ilmiah. Kuhn juga mengemukakan bahwa dalam kenyataannya teori utama dalam ilmu pengetahuan alam tidak dapat difalsifikasi secara langsung.

Pengaruh positivisme dalam ilmu ekonomi meliputi rentang waktu sekitar 40 tahun (1930 – 1970). Tiga ekonom yang tulisannya sebagian besar mencerminkan pengaruh dari positivisme adalah T.W. Hutchison, Paul Samuelson dan Milton Friedman.

Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut.



Penutup dan kesimpulan

Pembagian Ilmu Ekonomi Mikro dan Makro ini tidaklah mutlak sebab pengertian total (agregat) merupakan penjumlahan dari satuan-satuan (unit-unit khusus yang lebih kecil). Misalnya, pendapatan nasional adalah penjumlahan dari pendapatan rumah tangga yang terdapat dalam suatu masyarakat. Membagi Ilmu Ekonomi menjadi Makro dan Mikro tidaklah berarti bahwa persoalan-persoalan pendapatan tidak dipersoalkan lagi dalam Ekonomi Mikro dan persoalan-persoalan tentang harga tidak dibicarakan lagi dalam Ekonomi Makro.
Kedua persoalan itu sebenarnya masih juga dibahas hanya saja pembahasannya berbeda. Untuk itu, ayo kita lihat perbedaan antara Ekonomi Mikro dan Ekonomi makro dalam table berikut:
Ekonomi Mikro Ekonomi Makro
1. Membahas perilaku individu rumah tangga.
2. Membahas perilaku individu perusahaan.
3. Membahas perilaku suatu pasar (industry).
4. Menganalisis masalah-masalah:
a. Proses terjadinya tingkat harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan di pasar dalam Teori Harga;
b. Bagaimana produsen menentukan tingkat produksi dan memilih factor produksi sehingga dapat memberikan keuntungan dalam Teori Produksi;
c. Factor-faktor yang menentukan pendapatan setiap factor produksi dalam Teori Distribusi. 1. Membahas perilaku rumah tangga dalam suatu perekonomian Negara.
2. Membahas perilaku seluruh perusahaan yang terdapat dalam suatu perekonomian Negara.
3. Membahas perilaku seluruh pasar (industry) dalam suatu perekonomian Negara.
4. Menjelaskan persoalan-persoalan:
a. Factor-faktor produksi yang tidak dapat digunakan secara penuh dalam perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar;
b. Langkah-langkah pemerintah untuk mengatasi masalah pengangguran;
c. Factor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga-harga barang (inflasi) serta kebijakan apa untuk mengatasi masalah inflasi tersebut.

Masalah Utama Setiap Perekonomian

Setiap negara di dunia ini mempunyai konsepsinya sendiri-sendiri mengenai arah perkembangan perekonomiannya. Untuk itu, merekapun telah memiliki sistem perekonomian yang dirasa cocok dengan keadaannya masing-masing.



Daftar Pustaka

1. ^ www.mcwdn.org/ECONOMICS/EcoGlossary.html
2. ^ www.nmlites.org/standards/socialstudies/glossary.html
3. ^ www.mcwdn.org/ECONOMICS/EcoGlossary.html
4. ^ www.econ100.com/eu5e/open/glossary.html
5. ^ a b c d http://www.economist.com/research/Economics/alphabetic.cfm?LETTER=M#marketfailure

* Bade, Robin; and Michael Parkin. Foundations of Microeconomics. Addison Wesley Paperback 1st Edition: 2001.
* Eaton, B. Curtis; Eaton, Diane F.; and Douglas W. Allen. Microeconomics. Prentice Hall, 5th Edition: 2002.
* Frank, Robert A.; Microeconomics and Behavior. McGraw-Hill/Irwin, 6th Edition: 2006.
* Friedman, Milton . Price Theory. Aldine Transaction: 1976
* Jehle, Geoffrey A.; and Philip J. Reny. Advanced Microeconomic Theory. Addison Wesley Paperback, 2nd Edition: 2000.
* Hicks, John R. Value and Capital. Clarendon Press. [1939] 1946, 2nd ed.
* Katz, Michael L.; and Harvey S. Rosen. Microeconomics. McGraw-Hill/Irwin, 3rd Edition: 1997.
* Kreps, David M. A Course in Microeconomic Theory. Princeton University Press: 1990
* Landsburg, Steven. Price Theory and Applications. South-Western College Pub, 5th Edition: 2001.
* Mankiw , N. Gregory. Principles of Microeconomics. South-Western Pub, 2nd Edition: 2000.
* Mas-Colell, Andreu; Whinston, Michael D.; and Jerry R. Green. Microeconomic Theory. Oxford University Press , US : 1995.
* McGuigan, James R.; Moyer, R. Charles; and Frederick H. Harris. Managerial Economics: Applications, Strategy and Tactics. South-Western Educational Publishing, 9th Edition: 2001.
* Nicholson, Walter. Microeconomic Theory: Basic Principles and Extensions. South-Western College Pub, 8th Edition: 2001.
* Perloff, Jeffrey M. Microeconomics. Pearson - Addison Wesley, 4th Edition: 2007.
* Pindyck, Robert S.; and Daniel L. Rubinfeld. Microeconomics. Prentice Hall, 5th Edition: 2000.
* Ruffin, Roy J.; and Paul R. Gregory. Principles of Microeconomics. Addison Wesley, 7th Edition: 2000.
* Varian, Hal R. Microeconomic Analysis. W. W. Norton & Company, 3rd Edition.



Ini adalah artikel bagus. Klik untuk informasi lebih lanjut.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_mikro





Nama: PUTRI KENDALIMAN

Npm: 35410453

Kelas: 1id03

Blog: blessingmefull@blogspot.com

HUBUNGAN ANTARA VARIABEL DALAM FUNGSI PERMINTAAN

HUBUNGAN ANTARA VARIABEL DALAM FUNGSI PERMINTAAN


Contoh soal:
Saya membeli sepatu yang saya suka, mereknya yongki komaladi. Saya menyukai barang tersebut karena :
1) mereknya sudah terpercaya
2) harganya tidak terlalu mahal
3) saya kurang percaya kualitas merek lain
4) sepatu yongki adalah handmade shoes
5) buatan dalam negeri
6) kulitnya baik
7) mudah mendapatkan sepatu itu di toko – toko terbaik
8) sepatunya tahan lama
9) gayanya selalu tidak ketinggalan

Faktor – faktor di atas mempengaruhi cara berpikir dan menjadi dampak dalam
Sisi permintaan (demand analysis); kualitas barang yang mampu di beli konsumen pada periode pada kondisi tertentu.

Qdx = F(Px, I, Pr, Pe, Ie,Pae, T, N, A, F, O)

Nama Varibel Simbol Hubungan Slope Keterangan
- Harga produk P Negatif - Hasil minus karena tidak mempengaruhi permintaan
- Pendapatan konsumen I Negatif untuk prodak inferior - Inferior adalah barang bermutu rendah , maka permintaan akan barang ini akan menurun
- Harga produk lain/ pengharapan
Pr - Positif untuk subtitusi
- Negatif untuk komplemen +

- +Ketersedian barang pengganti yang mutu nya sama bagus akan berdampak barang ini diminati,
- Ketersedian barang pelengkap tidak akan mempengaruhi kepuasan konsumen .jadi barang komplemen tidak di butuhkan
- Ekspektasi harga produk di masa mendatang
Pe positif + Bila harga di masa mendatang telah di ramalkan akan naik , maka positif/ pasti orang akan membeli barang tersebut saat ini
- Ekspektasi pendapatan konsumen di masa mendatang Ie positif + Bila telah di ramalkan pendapatan orang tersebut akan naik maka positif/ pasti ia merencanakan barang apa saja yang bisa ia beli
- Espektasi ketersediaan produk di masa mendatang Pae Negatif - Kelangkaan barang tidak akan mempengaruhi selera orang untuk membeli sesuatu
- Selera konsumen T positif + Selera mempengaruhi kenaikan permintaan akan barang, bila kualitasnya baik maka positif/pasti orang itu akan membelinya
- Banyak konsumeri N positif + Tuntutan seseorang dalam hidup mempengaruhi pola pikir dalam mencapai kebutuhannya
- Iklan A positif + Promosi barang akan mempengaruhi minat untuk membeli barang itu
- features F positif + Ragam/ keunikan yang barang itu bisa tampilkan , memberi kepuasan konsumen


Nama : Putri Kendaliman
NPM : 35410453
Kelas :Id03
Blog : blessingmefull.blogspot.com

Senin, 28 Februari 2011

Framework 5 Kekuatan untuk mencapai keuntungan industry yang berkelanjutan

Framework 5 Kekuatan untuk mencapai keuntungan industry yang berkelanjutan

PENDAHULUAN
Ada 5 kekuatan industri yang sangat berpengaruh dan menjadi yang utama dalam perindustrian. Tidak ada satupun sistem maju yang tidak memiliki aspek ini atau salah satu diantaranya.
Diantara nya:

ISI
• Entri (Memasuki Industri)
Hambatan masuk dikatakan kuat, apabila :
1. Skala ekonomi luas. Skala ekonomis mengarah pada upaya penurunan biaya per unit produk. Skala ekonomi menghalangi pendatang baru karena faktor ini memaksa pesaing untuk memilih industri dengan skala besar (yang umumnya beresiko tinggi dan berbiaya tinggi) atau harus menerima ketidak-unggulan biaya (profitabilitas yang lebih rendah).
2. Diferensiasi produk besar. Differensiasi produk artinya perusahaan yang mapan memiliki identifikasi merek dan loyalitas cutomer yang berakar pada periklanan, pelayanan pelanggan, perbedaan produk dimasa yang lampau. Diferrensiasi menciptakan hambatan masuk dengan memaksa pendatang baru mengeluarkan biaya yang besar untuk mengatasi loyalitas pelanggan yang ada.
3. Kebutuhan modal besar. Kebutuhan untuk menanamkan sumberdaya keuangan yang besar agar dapat bersaing menciptakan hambatan masuk.
4. Akses ke saluran distribusi yang luas. Hambatan masuk dapat ditimbulkan dengan adanya kebutuhan dari pendatang baru untuk mengamankan distribusi produknya. Bilamana saluran distribusi untuk produk tersebut telah ditangani oleh perusahaan yang telah mapan, perusahaan baru harus membujuk saluran tersebut agar menerima produknya melalui cara-cara seperti penurunan harga dan diskon.
5. Biaya beralih pemasok besar. Hambatan masuk tercipta dengan adanya biaya beralih pemasok, semakin tinggi biaya beralih pelanggan, semakin tinggi hambatan masuk bagi pendatang baru
6. Dilindungi oleh peraturan pemerintah. Kebijakan pemerintah dapat membatasi pendatang baru dengan peraturan perijinan, peraturan periklanan, dan sebagainya

• Kekuatan dari pemasok
 Pemasok menyediakan dan menawarkan input yang diperlukan untuk memproduksi barang atau menyediakan jasa oleh industri atau perusahaan. Organisasi di dalam suatu industri bersaing antar satu dengan lainnya untuk mendapatkan input seperti bahan baku dan modal. Apabila pemasok mampu mengendalikan perusahaan dalam hal penyediaan input, sedang industri tidak mempunyai kemapuan untuk mengendalikan pemasok maka posisi tawar industri menjadi lemah dan sebaliknya psosisi tawar pemasok menjadi kuat. Kekuatan tawar menawar pemasok tinggi apabila :
1. Jumlah pemasok utama. Pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan dan lebih terkonsentrasi dibandingkan industri dimana para pemasok menjual produknya
2. Ketersediaan substitusi. Pemasok tidak menghadapi produk pengganti lain untuk dijual kepada industri
3. Produk kelompok pemasok terdiferensiasi atau pemasok telah penciptaan switching cost.
4. Ancaman integrasi dari pemasok. Kelompok pemasok memperlihatkan ancaman yang meyakinkan untuk melakukan forward integration
5. Biaya beralih pemasok. Biaya peralihan yang harus dikeluarkan cukup tinggi apabila berganti pemasok
 • Kekuatan dari pembeli
 Pembeli atau pelanggan di sini terdiri dari pelanggan individu dan pelanggan organisasi. Dalam industri pertambangan tidak terdapat perantara antara industri dengan pemakai atau konsumen akhir. Pelanggan mempunyai posisi tawar yang kuat apabila :
1. Jumlah konsumen sedikit. Semakin sedikit jumlah konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh alternatif pembeli jika pembeli beralih. Kondisi ini membuat penjual bersedia memberikan hadiah atau kelonggaran dalam bentuk lain kepada pembeli.
2. Daya beli konsumen rendah. Semakin rendah daya beli konsumen berarti semakin sulit bagi penjual untuk memperoleh konsumen karena kemampuan kemampuan konsumen sangat terbatas.
3. Biaya berganti merek rendah. Jika biaya yang harus dikeluarkan pembeli untuk beralih pada brand pesaing atau produk substitusi adalah rendah, maka kekuatan kompetitif pembeli cukup kuat.
4. Loyalitas konsumen rendah. Semakin tinggi tingkat loyalitas konsumen, semakin kuat posisi tawar-menawar mereka.
5. Informasi yang dimiliki lengkap. Jika pembeli memiliki informasi yang baik tentang produk penjual, harga dan biayanya. Semakin baik informasi yang dimiliki pembeli, semakin kuat posisi tawar-menawar mereka.
 • Substitusi dan Komplemen
 Produk pengganti dapat memberikan pilihan bagi pelanggan dan akan mengurangi keuntungan perusahaan. Tersedianya produk substitusi di pasar membuat pembeli membandingkan kualitas, performa dan harga produk dengan produk substitusinya. Tekanan dari tiga faktor adalah :
1. Harga dari produk substitusi cukup atraktif bagi pembeli
2. Apakah produk substitusi memiliki kualitas , performance, dan atribut lain yang dapat memuaskan pembeli.
3. Tingkat kemudahan pembeli untuik beralih kepada produk substitusi
Produk substitusi yang tersedia di pasar dengan harga atraktif menciptakan tekanan persaingan dengan adanya plafon harga bagi perusahaan pemain dalam industri sehingga mereka harus memberikan insentif agar pembeli tidak beralih pada produk substitusi
 • Industri Pesaing
 Analisis pesaing memungkinkan suatu organisasi menilai apakah organisasi tersebut dapat bersaing dengan sukses di dalam suatu pasar yang memberikan peluang-peluang keuntungan. Persaingan antara pemain industri dikatakan kuat, apabila :
1. Jumlah pesaingnya bertambah, serta ukuran perusahaan pesaing dan kapabilitasnya menjadi relatif sama.
2. Jika permintaan pasar bertumbuh lambat.
3. Jika kondisi industri membuat pesaing menggunakan strategi pemotongan harga atau senjata kompetitif lain untuk meningkatkan unit volume penjualan secara signifikan.
4. Jika salah satu atau lebih pesaing tidak puas dengan posisinya di pasar dan meluncurkan tindakan untuk memperkuat posisinya dengan memanfaatkan expense dari pesaing-pesaingnya
5. Jika biaya beralih customer kepada brand lain rendah
6. Persaingan meningkat dalam proporsi sampai ukuran pembalasan kesuksesan dari manuver strategis suatu perusahaan
7. Jika biaya untuk keluar dari industri lebih tinggi daripada biaya untuk tetap berada dalam industri dan bersaing
8. Jika pesaing semakin beragam dalam visi, sumber daya dan asal negara
9. Jika perusahaan kuat dari luar negeri mengakuisisi perusahaan lemah dalam negeri dan meluncurkan tindakan agresif dengan dana yang sangat mencukupi untuk merubah perusahaan yang baru di akuisisinya menjadi pemain besar di pasar.
Analisis di atas ditujukan untuk mengetahui intensitas persaingan dalam kemampulabaan dalam industri, serta mengetahui kekuatan yang paling berpengaruh dalam perumusan strategi suatu industri (Porter, 1998). Kekuatan masing-masing dari lima kekuatan bersaing tersebut merupakan fungsi struktur industri, sedangkan kekuatan kolektif kelima kekuatan bersaing tersebut menentukan kemampuan industri secara progresif dalam mencapai keuntungan yang diharapkan.

 Contoh Masalah Dari 5 Kekuatan
 • Entri (Memasuki Industri)
 • Pendatang baru perusahaan Motor CINA

 • Manajemen Strategi yang dilakukan:
Mempertahankan Loyalitas Konsumen dengan perbaikan pelayanan konsumen
Tetap menjadikan produk Motor yang tahan lama dan berdaya saing mengikuti
 perkembangan zaman.
 • Kekuatan dari pemasok
 Biasanya sedikit jumlah pemasok, semakin penting produk yang dipasok, dan semakin kuat posisi tawarnya.
 • Kekuatan dari pembeli
 bahwa semakin besar pembelian, semakin banyak pilihan yang tersedia bagi pembeli dan pada umumnya akan membuat posisi pembeli semakin kuat.
 • Para pembeli produk HONDA berasal dari berbagai kalangan tetapi harga harga produk HONDA cenderung stabil di pasaran sehingga bisa dijangkau oleh kalangan menengah dan kalangan atas, namun kadang kala HONDA elektronik juga mengadakan program big sale bagi produk-produk yang sedikit cacat.

 • Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Produk berkualitas dan memuaskan para konsumen.
- Memberikan kontribusi usaha atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui berbagai kegiatan dan donasi.
- Program pemberian beasiswa tanpa ikatan dinas apapun bagi mahasiswa-mahasiswi yang berprestasi di negeri ini untuk melanjutkan program studi pasca sarjana (S2) di universitas- universitas terkemuka di Jepang.
- Harga bersaing
- Pemberian Service Garansi yang memuaskan
- Pelayanan yang baik
- Promosi sesuai dengan mutu
- Motor yang tahan lama / awet
- Sponsor acara-acara musik terkemuka
 • Industri Pesaing
 Misalnya kalau semakin besar porsi biaya tetap dlm struktur biaya , maka semakin tinggi intensitas persaingan. Mengapa?? Karena setiap penjual memiliki tingkat break even point yang tinggi sehingga biasanya.. harus menjual produk dalam jumlah yang besar, dan bila perlu dilakukan banting harga agar bisa mencapai tingkat break even tersebut.
 • YAMAHA, Suzuki,Kawasaki dll.

 • Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Melakukan Inovasi Produk
- Harga yang lebih terjangkau tetapi mutu tetap
- Promosi ditingkatkan

 • Substitusi dan Komplemen
 seberapa banyak produk substitusi di pasar??. Ketersedian produk substitusi yg banyak akan membatasi keleluasaan pemain dalam industri untuk menentukan harga jual produk.
 • PT Motor HONDA Indonesia merupakan HONDA yang paling terkemuka dengan sederet produknya yang inovatif. Substitusi dari produk Motor HONDA tentunya masih bersifat tradisional. Misalnya produk Motor substitusinya bahan bakar.
 • Manajemen Strategi yang dilakukan:
- Menjadikan manufaktur kelas dunia di bidang produk Motor.
- Menghasilkan produk dengan kualitas terbaik
- Menawarkan produk-produk yang akan memperkaya hidup mereka; produk-produk yang dibuat berdasarkan ide-ide segar dan inovatif.
- Terus berinovasi menciptakan produk-produk yang handal berguna dan hebat.
- Terus mengikuti perkembangan kemajuan Motor.



Referensi :
Porter, Michael E., 1998, Competitive Strategy: Techniques for analyzing Industries and competitor, The Free Press, New York.
Thompson Jr. Arthur A., Strickland III, A.J., Gamble, John E., 2007, Crafting and Executing Strategy : the quest for competitive Advantage concepts and cases. Mc Graw-Hill Company Inc., New York.

Senin, 14 Februari 2011

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU EKONOMI


PENGANTAR
Dalam dunia perekonomian kita memerlukan sistem ekonomi yang pasti dalam mengarahkan strategi yang tujuan nya 1 menghasilkan keuntungan maksimal dan meminimalisir kerugian. Banyak ilmu yang berkembang dan teori yang di gunakan dalam hal ini, pada topik ini kita akan membahas tentang Sir John Richard Nicholas Stone, tokoh yang sangat berpengaruh dalam dunia perekonomian.

ISI
Sir John Richard Nicholas Stone (30 Agustus 1913 - 6 Desember 1991) adalah ekonom Britania ulung yang pada 1984 dianugerahi Penghargaan Bank Swedia dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel untuk mengembangkan model akuntansi yang dapat digunakan untuk melacak aktivitas ekonomi pada tingkat nasional dan, kemudian, skala internasional. Meskipun ia bukan ekonom pertama yang bekerja di bidang ini, ia adalah orang pertama yang melakukannya dengan akuntansi double entry. akuntansi entri ganda pada dasarnya menyatakan bahwa setiap item pendapatan di salah satu sisi neraca harus dipenuhi oleh item pengeluaran di sisi berlawanan dari lembar akuntansi sehingga menciptakan sistem keseimbangan. Sistem double entry merupakan dasar dari hampir semua hari ini akuntansi modern. Hal ini memungkinkan untuk cara yang dapat diandalkan untuk melacak perdagangan dan transfer kekayaan dalam skala global. Dia kadang-kadang dikenal sebagai 'bapak akuntansi pendapatan nasional', dan adalah penulis studi statistik permintaan konsumen dan pemodelan permintaan, pertumbuhan ekonomi, dan input-output . Dalam pidato sambutannya Stone disebutkan François Quesnay serta Tableau économique. Stone menyatakan bahwa itu adalah salah satu karya pertama di bidang ekonomi untuk memeriksa berbagai sektor seperti tingkat global dan bagaimana mereka semua saling berhubungan. Stone dididik di Westminster School, Cambridge University (Caius dan King's). Di bawah pengaruh ekonom John Maynard Keynes, ia mengambil gelar di bidang ekonomi pada tahun 1935 (Sc.D., 1957). Ia bekerja untuk sebuah perusahaan pialang di London (1936-1940), Setelah lulus dari Cambridge pada tahun 1936 dan sampai Perang Dunia II ia bekerja di Broker Lloyd's. Selama perang, Stone bekerja dengan James Meade pada tahun 1940, atas undangan Keynes, ia memasuki pemerintah Inggris Kantor Pusat Statistik. Setelah Perang Dunia II ia diangkat sebagai direktur dari departemen baru ekonomi diterapkan di Cambridge. Dia mempertahankan posisinya itu sampai tahun 1955 sebagai seorang ahli statistik dan ekonom untuk Pemerintah Inggris. Stone dan rekan-rekannya David Champernowne dan Meade james diminta untuk memperkirakan dana dan sumber daya yang tersedia untuk upaya perang. Mereka melakukannya, dan pekerjaan mereka merupakan langkah penting menuju full-blown perhitungan pendapatan nasional. Stone tidak berarti ekonom pertama untuk menghasilkan perhitungan pendapatan nasional. Simon Kuznets, misalnya, sudah melakukannya untuk Amerika Serikat. Kontribusi khas Stone adalah untuk mengintegrasikan pendapatan nasional ke dalam format pembukuan double-entry .Ini adalah saat ini mereka mengembangkan versi awal dari sistem rekening nasional. Setelah perang, Stone bekerja di Cambridge sebagai direktur Departemen baru Terapan Ekonomi (1945 - 1955) dan sebagai PD Leake profesor bidang keuangan dan akuntansi (emeritus dari 1980). Dalam Departemen, ia mendirikan Pertumbuhan Cambridge Project, yang mengembangkan Cambridge multisektoral Dinamis Model ekonomi Inggris (MDM). Ia digantikan sebagai pemimpin dari Cambridge Pertumbuhan Proyek oleh Terry Barker. Sebuah perusahaan didirikan oleh anggota Departemen dan terbatas dengan jaminan, Cambridge Ekonometrika, didirikan pada tahun 1978 dengan Stone sebagai presiden pertama kehormatan nya. Perusahaan terus mengembangkan MDM dan menggunakan model untuk membuat perkiraan ekonomi.

Stone gelar bangsawan pada tahun 1978.
Dipilih Pekerjaan
1942 (dengan David G. Champernowne dan James E. Meade). "The Precision Estimasi Account Nasional." Kajian Studi Ekonomi 9: 111-125.
1954 (dengan D. Rowe A. et al.). Pengukuran Pengeluaran Konsumen dan Perilaku di Inggris, 1920-1938. Vol. 1. Cambridge: Cambridge University Press.
1956. Kuantitas dan Indeks Harga Account Nasional. Paris: OECD.
1984. "Menyeimbangkan Account Nasional: Penyesuaian Estimasi awal." Dalam Ingham A. dan AM Ulph, eds, Permintaan, Kesetimbangan dan Perdagangan.. London: Macmillan.


1. ^ Counter-intuitif, yang paling dikutip karya Richard Stone adalah publikasi tentang statistik permintaan konsumen dan pemodelan. Lihat Eugene Garfield: The 1984 Hadiah Nobel di bidang Ekonomi dan Sastra yang Diberikan kepada Sir Richard Stone untuk Sistem Kepeloporan Akuntansi Nasional dan Jaroslav Seifert, si Penyair Nasional Cekoslowakia.
2. ^ Janus: The Papers Stone John Richard Nicholas
Sebagian besar dari pekerjaan Stone, bagaimanapun, dilakukan di tahun 1950-an, ketika ia mempersembahkan alat pertama statistik beton yang digunakan untuk mengukur investasi, pengeluaran pemerintah, dan konsumsi; model ini menghasilkan apa yang, pada dasarnya, sistem pembukuan nasional. Dia melanjutkan untuk mengadaptasi model-nya untuk organisasi-organisasi internasional seperti PBB. Ia rekan penulis (dengan JE Meade) Nasional Pendapatan dan Belanja (1944;. 10th ed, dengan Giovanna Stone, 1977) dan penulis karya-karya lain, termasuk Input-Output dan National Account (1961), Matematika dalam Ilmu Sosial dan Esai lainnya (1966), dan Model Matematika Ekonomi dan Esai Lain (1970). Ia juga editor umum dan penulis bagian dari seri A Program untuk Pertumbuhan 1962-74.
Cambridge University
Lahir pada 30 Augustus 1913
di London , Inggris
Meninggal pada 6 Desember 1991 (usia 78)




PENUTUP & KESIMPULAN
Demikian tokoh ini sangat berpengaruh dalam perkembangan sistem ekonomi, akuntansi entri ganda menyatakan bahwa setiap item pendapatan di salah satu sisi neraca harus dipenuhi oleh item pengeluaran di sisi berlawanan dari lembar akuntansi sehingga menciptakan sistem keseimbangan. Sistem double entry merupakan dasar dari hampir semua hari ini akuntansi modern. Hal ini memungkinkan untuk cara yang dapat diandalkan untuk melacak perdagangan dan transfer kekayaan dalam skala global. Dia adalah penulis studi statistik permintaan konsumen dan pemodelan permintaan, pertumbuhan ekonomi, dan input-output .

DAFTAR PUSTAKA
• Biografi
John Richard Nicholas Stone
• 2nd edition
• Wikipedia.org