Sabtu, 06 Juli 2013

TANGGAPAN STUDI KASUS PENGOLAHAN AIR LIMBAH



 


Studi Kasus:

 

Ledakan anjungan minyak yang terjadi di teluk meksiko sekitar 80 kilometer dari Pantai Louisiana pada 22 April 2010. Peledakan tersebut terjadi oleh pengeboran minyak di lepas pantai itu dikelola perusahaan minyak British Petroleum (BP). Ledakan itu memompa minyak mentah 8.000 barel atau 336.000 galon minyak ke perairan di sekitarnya. Ledakan tersebut menyebabkan pencemaran limbah minyak di laut. Limbah minyak adalah buangan yang berasal dari hasil eksplorasi produksi minyak, pemeliharaan fasilitas produksi, fasilitas penyimpanan, pemrosesan, dan tangki penyimpanan minyak pada kapal laut. Limbah minyak bersifat mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, dan bersifat korosif. Limbah minyak merupakan bahan berbahaya dan beracun (B3), karena sifatnya, konsentrasi maupun jumlahnya dapat mencemarkan dan membahayakan lingkungan hidup, serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya.

 

Tanggapan:

Perusahaan memang tidak dapat memprediksi kecelakaan yang ada. Penilaian bagi saya untuk perusahaan ini adalah mereka harus punya standarisasi penanganan kecelakaan lebih dini sebelum membangun produksi yang ada dan mereka harus memperbaharui manajemen pengelolaan limbah yang ada. Negara yang memberi ijin untuk eksplorasi sumber daya alamnya harus peka dan tanggap, sudahkah perusahaan pengebor minyak ini mempunyai standarisasi penanganan kecelakaan yang baik dan sudahkan mempunyai sistem yang baik dalam  megolah hasil limbah sehingga tidak langsung berhadapan dengan ekosistem air atau tanah yang ada mungkin juga melalui udara.

 

 

SUMBER:

www.google.com

TANGGAPAN STUDI KASUS ISO 14000



 

 

Studi Kasus:

PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gubernur Jenderal van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3.

Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. Akta ini disetujui oleh Menteri Kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di Berita Negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 Tambahan No. 39.

Perusahaan mendaftarkan 15% dari sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah memperoleh persetujuan dari Ketua Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) No. SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981.

Pada Rapat Umum Tahunan perusahaan pada tanggal 24 Juni 2003, para pemegang saham menyepakati pemecahan saham, dengan mengurangi nilai nominal saham dari Rp 100 per saham menjadi Rp 10 per saham. Perubahan ini dibuat di hadapan notaris dengan akta No. 46 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 10 Juli 2003 dan disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusan No. C-17533 HT.01.04-TH.2003.

Perusahaan bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik.

Sebagaimana disetujui dalam Rapat Umum Tahunan Perusahaan pada tanggal 13 Juni, 2000, yang dituangkan dalam akta notaris No. 82 yang dibuat oleh notaris Singgih Susilo, S.H. tertanggal 14 Juni 2000, perusahaan juga bertindak sebagai distributor utama dan memberi jasa-jasa penelitian pemasaran. Akta ini disetujui oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan (dahulu Menteri Kehakiman) Republik Indonesia dengan keputusan No. C-18482HT.01.04-TH.2000. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1933.

 

Tanggapan:

Suatu perusahaan dikatakan baik bila mempunyai sertifikasi didalamnya, sebagai bentuk pernyataan bahwa benar dan legal perusahaan itu berdiri. ISO merupakan suatu badan resmi yang menaungi tentang suatu hal menyangkut perindustrian, baik dalam kualias perusahaan maupun kualitas produk yang dihasilkan. Bila mengkaitkan ISO 14000 dengan lingkungan itu sangat berkaitan, dimana hasil produk yang baik seharusnya mencerminkan lingkungan yang baik bagi perusahaan sendiri, dimana suatu perusahaan yang memiliki sertifikan ISO 14000 seperti PT Unilever Indonesia Tbk mngaharuskan setiap produk yang diproduksi harus sesuai dengan ISO 14000 itu sendiri yaitu produk yang dihasilkan harus ramah lingkungan atau dapat didaur ulang kembali dengan tingkat keamanan yang sangat besar. Untuk itu semua perusahaan yang sudah memiliki standar ISO harus benar-benar sesuai dengan penyataan yang ada dalam ISO itu sendiri, namun apabila perusahaan tersebut melanggar pemerintah harus tegas serta mencabut pemberian ISO pada perusahaan tersebut.

 

 

Sumber:

Gambar : .www.google.com

 

Minggu, 16 Juni 2013

TANGGAPAN STUDI KASUS INDUSTRI DAN DAMPAK YANG DITIMBULKAN



 


Studi Kasus:

Pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan banyak terjadi di Indonesia. Salah satu masalah pencemaran lingkungan yang hingga kini belum selesai permasalahannya adalah bencana lumpur lapindo. Pencemaran ini dilakukan oleh PT. Lapindo Brantas. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 29 Mei 2006. Selama tiga bulan Lapindo Brantas Inc, yang merupakan anak perusahaan PT Energi Mega Persada Tbk, melakukan pengeboran vertikal untuk mencapai formasi geologi yang disebut Kujung pada kedalaman 10.300 kaki. Sampai semburan lumpur pertama itu, yang dalam dunia perminyakan dan gas disebut blow out, telah dicapai kedalaman 9.297 kaki (sekitar 3,5 kilometer). Kedalaman ini dicapai pukul 13.00 dua hari sebelum blow out. Sesuai kelaziman pada pengeboran di kedalaman tersebut, lumpur berat masuk pada lapisan, disebut loss, yang memungkinkan terjadinya tekanan tinggi dari dalam sumur ke atas atau kick, antisipasinya menarik pipa untuk memasukkan casing yang merupakan pengaman sumur. Penarikan pipa hingga 4.241 kaki, pada 28 Mei, terjadi kick. Penanggulangan ini adalah dengan penyuntikan lumpur ke dalam sumur. Ternyata bor macet pada 3.580 kaki, dan upaya pengamanan lain dengan disuntikan semen. Bahkan pada hari itu dilakukan fish, yakni pemutusan mata bor dari pipa dengan diledakan. Peristiwa yang terjadi adalah semburan gas dan lumpur pada subuh esok harinya.

Tanggapan:

Kasus mengenai lumpur lapindo ini sangat memilukan karena sudah bertahun-tahun tidak ada hasil yang lebih baik untuk menyelesaikannya. Semua kembali ke pemerintahan Negara ini, karena sudah jelas ini melanggar undang-undang industri. Pemerintah harus tegas mengambil keputusan dan memilih orang-orang ahli dalam penelitian untuk memberhentikan lumpur ini, atau memanfaatkannya ke hal lebih baik. Pemerintah perlu mengevaluasi semua kegiatan perindustrian di Indonesia tidak hanya sekedar meminta pajak, tetapi tahu benar mendukung perindustrian dan melindungi alam di sekitarnya.

TANGGAPAN STUDI KASUS ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN





Studi Kasus:

Selama beberapa tahun terakhir ini perkembangan teknologi informasi (TI) semakin maju sejalan dengan kebutuhan manusia yang semakin meningkat. Pengenalan terhadap perangkat teknologi pun seharusnya sudah dilakukan sejak dini agar tidak “gaptek” atau gagap teknologi di era globalisasi yang semakin berkembang apalagi di Indonesia. “Anak-anak Indonesia seharusnya sudah dikenalkan pada teknologi itu sejak pre-school. Sekitar usia empat tahun.”ujar Tika Bisono, dalam acara memanfaatkan perangkat teknologi untuk Pengembangan Kreativitas Anak, di Kidzania, Jakarta, Selasa (19/2).

Menurut Tika Bisono, penggunaan teknologi informasi yang semakin canggih pada anak-anak, seharusnya mendapat pendampingan dari orang tua. “Orangtua dapat mengarahkan anak-anak dalam penggunaan perangkat-perangkat teknologi tersebut, sehingga penggunaannya tidak melewati batas-batasnya. Menurut hasil penelitian lembaga riset pasar ritel dan konsumen global, NPD Group yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat, pada pertengahan 2007, anak-anak usia empat sampai lima tahun yang berada di Amerika Serikat, paling sering menggunakan perangkat teknologi komputer. Walaupun penelitian ini dilakukan di Amerika Serikat namun hasilnya bisa menjadi sebuah rujukan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, seiring dengan meningkatnya fenomena anak-anak yang akrab dengan dunia TI. Tika mengungkapkan saat ini anak-anak kelas menengah keatas di Indonesia memiliki kemampuan yang tinggi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), karena memiliki akses yang memadai. “Ini seharusnya menjadi sorotan pemerintah. Bagaimana anak-anak menengah ke bawah pun bisa memiliki akses untuk tahu tentang kemajuan teknologi,” tambah Tika

Tanggapan:
Perkembangan teknologi memang bisa berdampak baik dalam pengetahuan seseorang, baik anak kecil sampai orang dewasa tetapi teknologi akan berdampak maksimal bila penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan pemakainya, Jika kita melihat seorang anak kecil bila dengan bebas menggunakan teknologi seperti komputer maka akan kehilangan arti dari pemenuhan manfaat pada perkembangan anak itu. Otak anak itu tidak akan bekerja maksimal bila dalam pertumbuhannya hanya mengandalkan computer, karena yang kita tahu anak-anak usia belasan tahun lebih baik menggerakkan otak nya dengan permainan anak seusianya dan lebih ke interaksi sesamanya. Saya kurang setuju bila anak-anak sudah diberikan kebebasan dalam menggunakan computer dan jejaring social. Pada penduduk pemukiman terpencil perlu diberikan perhatian khusus jangan sampai tertingggal dengan pusat kota. Pengetahuan tentang computer harus diberikan tetap pada kebutuhan yang ada.

Senin, 13 Mei 2013

Temen Itu Jus Anggur Tapi Sahabat Adalah Wine




Akhir-akhir ini entah kenapa saya diingatkan kembali tentang sebuah persahabatan, menjalin persahabatan dengan sesama. Pasti setiap orang memiliki sahabat kecuali yang prinsip hidupnya tidak memerlukan kehidupan sosial atau keinginan untuk “sendirian” jangankan sahabat, mungkin jumlah temennya bisa dihitung pake jari tangan. Sahabat bisa beraneka ragam entah itu sahabat sejak kecil, sahabat di sekolah, sahabat di kampus, sahabat di persekutuan gereja, sahabat di komunitas maupun sahabat di tempat kerja.

Waktu saya meminta tolong pada sahabat saya untuk mencarikan arti kata sahabat menurut kamus besar bahasa Indonesia bunyinya begini:

“Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Dalam pengertian ini, istilah “persahabatan” menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi (kasih sayang, perasaan-perasaan emosi). Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme (sifat/karakteristik masyarakat atau kelompok yang anggota-anggotanya benar-benar larut di dalam kelompoknya). Selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan”.

Dalam persahabatan selain urusan tolong menolong, ada juga berbicara mengenai hal tukar menukar nasihat. Jika kita dalam keadaan galau, pasti yang lebih dulu kita ajak curhat salah satunya adalah sahabat kita. Ketika kita datang ke sahabat kita baik itu melalui fasilitas fitur-fitur handphone (BBM, YM, SMS dsb) pasti posisi kita sang pencurhat pengen didengerin. Ketika kita curhat dengan leluasa kita pengen sikap sahabat kita fokus dengerin kita, memperhatikan setiap apa yang kita ucapkan dan 90% pasti kita pengen didengerin. Pertanyaannya sekarang, apakah kita mau mendengar sahabat kita juga? Posisi yang ingin didengar 90% lebih enak, sebenarnya berbanding terbalik dengan si pendengar akan memiliki posisi 90% kurang enak :D karena apa? Karena sang pendengar akan mendengar masuk lewat telinga, di filter di dalam otak baru turun ke hati. Jadi pendengar itu lebih pada posisi menampung. Sedangkan kalo kita mau curhat, kita pun kadang nggak peduli sahabat kita lagi sedih, lagi repot, lagi banyak masalah dan pikiran dsb.

Sekarang bukan permasalahan posisi mendengar dan posisi di dengar. Persahabatan masa saling curhat itu hal yang harus dilakukan agar sama-sama bisa saling bertumbuh. Beberapa pengalaman banyak yang ingin didengar tetapi tidak mau mendengar. Tidak mau mendengar nasihat dan teguran dari sahabatnya. Saya tidak mengatakan setiap kita curhat sama sahabat kita, kita kudu di nasihatin! bukan itu yang saya maksud. Tetapi lebih melatih kepekaan kita juga untuk mendengarkan sahabat kita. Toh biasanya seorang sahabat itu kasi nasihat yang simple-simple aja kan. Apa akibatnya jika kita kalo curhat sama sahabat kita pengennya didengar dan tidak membutuhkan sedikit nasihat atau kata-kata mutiara yang dapat menguatkan kita? Kita akan berulang kali bahkan terlalu sering mencurhatkan hal yang sama ke sahabat kita. Sebenarnya hal itu kurang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan kita karena kita tidak mengalami proses pendewasaan. Sahabat kita juga nggak mau kita jatuh dalam kegalauan yang sama. Oleh sebab itu dalam persahabatan dibutuhkan kata-kata dan sikap yang tegas. Memang kadang ketegasan itu dalam persahabatan biasanya di nilai sadis, nyebelin, tega dsb karena ekspresi kasih yang paling sulit ialah : bertindak tegas (Ps. Ferry Felani).

Sumber dari inet juga mengatakan: Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Nah, disitu dikatakan ada “perilaku yang berbalasan”. Persahabatan itu dua arah (saling), bukan satu arah. Ada sedikit cerita “true story from me” XD. True story ini dari komunitas tempat dimana saya bertumbuh dan sifatnya adalah “persahabatan”. Waktu saya dan beberapa temen-temen komunitas saya mengadakan pertemuan sederhana, tempat yang sangat sederhana di tepi danau pertama kalinya kami evaluasi atau biasa kami sebut acara ‘mandok hata’. Satu per satu kami mengutarakan isi hati kami, baik itu hal yang indah maupun hal yang nggak enak di dengar. Suatu kali ada salah satu sahabat saya yang bilang gini “gue nggak ngerasa sahabatan sama elu elu pada (termasuk gue yang di tuju) karena bla bla bla blaaaa. Gue ngerasa sahabat gue hanya dia dia dia dan dia (yang disebut “dia” itu temen deketnya dari SMA)”.

Bayangin guys, kita udah dalam satu komunitas masih ada yang merasa kalo kami yang ada didalam komunitas itu belum bisa dikatakan sahabat. Tau karna apa akar masalahnya? Karena beberapa dari kami belum memperlihatkan perilaku berbalasan dan reflektif. Persahabatan harus dua arah, bukan satu arah dan semua akan berjalan sesuai proses dan prosesnya itu semuanya natural (refleks). Nggak bisa dipaksakan atau dibuat-buat. Dengan apakah smua terbukti kalo proses persahabatan itu natural? Dengan terujinya ruang dan waktu. Guys, sahabat itu bagaikan keluarga kedua kita. Memulai bersahabat dengan seseorang atau sekelompok orang sangatlah mudah dibandingkan mempertahankan persahabatan dengan seseorang maupun sekelompok orang. Bisakah hubungan persahabatan itu bertahan ketika jalan-jalan, makan es krim sambil liat pohon, ngakak-ngakak becanda riang, di dengerin curhatan kita, di kasi kado saat ultah, diperhatiin dsb. Siapa sih yang nggak mau mengalami hal itu dalam persahabatan, pasti bisalah bertahan. Nah sekarang bisakah persahabatan bertahan di kala krisis, mengecewakan, menyebalkan, nggak punya waktu dengerin curhatan kita, bikin kita sedih bahkan menangis, sahabat kita ataupun kita sendiri mengalami kejatuhan. Disinilah persahabatan itu di uji ruang dan waktu dan harus teruji ruang dan waktu agar mengerti persahabatan yang sebenarnya. Dua tahun kemudian setelah evaluasi pertama kali di tepi danau itu, sahabat saya ini baru merasakan persahabatan dengan “elu elu pada” yang tadinya nggak ngerasa bersahabat :D karena semua sudah teruji ruang dan waktu tsb (Thanks Jesus).

Tadinya saya kesel banget sama sahabat saya yang mengeluarkan statement kalo dia nggak ngerasa bersahabat dengan beberapa temen dalam komunitas kami. Tapi sekarang saya baru memahami yang namanya persahabatan itu memang simple tapi bukan berarti persahabatan itu murahan. Persahabatan itu adalah hal yang berharga. Sangat disayangkan jika ada yang menanggap persahabatan itu hal yang biasa hanya bermodalkan kenal, ramah, ketawa ketiwi dan heboh. Hal yang seperti inilah yang agak bahaya. Misalnya (skali lagi ini hanya misalnya) saya dengar dari orang lain kalo si tini itu adalah sahabat saya (eh si tini itu kan sahabat lu ya ri). Yang mengatakan hal tersebut adalah si tini kepada orang tsb, padahal saya tidak merasa menjadi sahabat si tini :D #tepokJidat*. Saya pribadi sangat terbuka jika ada yang mau bersahabat dengan saya tetapi ingat sekali lagi kukatakan, persahabatan itu bukan hal yang murahan. Gimana bisa dikatakan bersahabat dengan saya kalo misalkan sebut saja dia si ‘tini’ tadi nggak tahu saya berapa bersaudara kandung, rumahnya dimana, kuliahnya dimana and jurusan apa, makanannya bisa pedes atau nggak, minimal hal yang mendasar aja deh. Persahabatan memang simple nggak ribet kok, tapi bukan berarti murahan. Arti persahabatan itu dalem banget mamen \^^/

Yang terakhir yang saya mau bagikan, nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:

- Kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain <- Sekali lagi saya ingatkan persahabatan itu dua arah, bukan satu arah. Kalo sahabatnya mau melakukan hal yang besar dalam hidupnya seperti mau tes masuk kuliah, mau sidang skripsi, mau interview kerja, mau mempersiapkan pernikahan pastinya seorang sahabat selalu mensupport walaupun itu dalam bentuk kasi kata-kata yang nyemangatin terus. Membuat sahabatnya cheers-up terus. Jangan biarkan sahabatnya sedih lama-lama. Jika sahabatnya berhasil dalam mencapai kesuksesan, semakinlah kita bersuka cita dan turut bangga akan sahabat kita^^.

- Simpati dan empati. Hal ini ada dalam persahabatan dan terjadi secara natural karena ketika kita menganggap orang lain berharga bagi kita pasti kita simpati sama orang tersebut.

- Kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran. Guys, siapa lagilah orang yang menegur kita dengan keras selain keluarga dan sahabat kita serta orang-orang terdekat lainnya??? Pernah nggak sih abang tukang nasi goreng kompleks rumah yang tiap hari jualan di kompleks rumah kita yang negur kita bilang “elu itu jadi orang bisa nggak sih tiap hari nggak marah-marah dan berpikir negatif. Lama-lama kalo lu nggak barubah jangan heran satu-satu temen lu ninggalin elu karena elu orangnya bebal. Mulai dari cara lembut sampe kasar susah ngomong sama elu”. Nggak mungkin kan guys abang tukang nasi goreng yang ngomong kayak gitu ke kita? :D Pasti yang berkata seperti itu atau biasanya yang menegur seperti itu adalah orang-orang terdekat kita, bahkan sahabat kita sendiri. Percayalah pada hatinya, itu karena sahabat kita care sama kita. Kalo sahabat kita nggak care, mau kita orangnya kayak gimana ya dia biarin aja. mau kita sedih, mau kita sedang mengalami depresi, mau kita orangnya kasar, mau kita sedang mengalami kejatuhan sekalipun yang menegur kita karena peduli adalah salah satunya sahabat kita sendiri.

- Saling pengertian. Waktu persahabatan dalam komunitas saya perjalanan awal tahun pertama sampe ultah yang kedua, disitu kami mengalami saling menyesuaikan satu sama lain. Kurang lebih 3 tahun yang lalu saya punya sifat yang mudah ngambek. Hal kecil apapun bisa jadi bahan ngambek, hal ini cukup buat sahabat-sahabat saya sedih, pusing dan kesel. Belum lagi ada sahabat gw yang punya sifat perfeksionis, ada yang kalo ngomong slalu lucu membuat kami tertawa ngakak, ada lagi sahabat saya yang apa-apa sedih dan sedikit-sedikit galau, ada lagi satu sahabat saya yang kalau ngomong langsung nyelekit menusuk ke hati dan jantung (lebay :D), ada yang tertutup dan pendiam yang di simpen lama-lama dan akhirnya meledak kayak bom waktu, ada yang judes binti jutek mukanya, pokoknya macem-macem deh. Tapi apa yang membuat persahabatan itu bertahan? Karena kami masih saling pengertian. Tuhan yang selalu memberikan kami dan mengajari kami untuk saling mengerti satu sama lain. Pertengkaran dalam persahabatan itu ada, semua ada karena dalam persahabatan itu agar saling mengerti, belajar saling punya rasa ‘pengertian’. Jika pada saat itu dan sampai saat ini kami tidak saling pengertian, mungkin udah balik kanan bubar jalan persahabatan kami pun terancam punah.

Jus anggur, ya itulah teman. Tinggal petik anggur atau beli anggur masukkan ke dalam blender langsung bisa dijadikan jus anggur yang harganya juga masih terjangkau. Tapi sebuah persahabatan bagaikan wine (minuman anggur). Jus anggur dan wine bahan dasarnya sama-sama dari buah anggur, tetapi yang membedakannya ialah prosesnya. Layaknya persahabatan dibutuhkan proses dan waktu bertahun-tahun, seperti wine yang juga asalnya dari anggur tetapi melewati pembentukan atau proses yang diambil sari terbaiknya anggur, proses fermentasi, proses ekstraksi warna dsb. Sehingga jadilah wine, minuman yang simple untuk diminum (gak ribet kok) tetapi bukan minuman yang murahan. Maka dari itu ingatlah selalu apa yang telah dilakukan oleh Bapa kita yaitu Tuhan Yesus Kristus yang selalu mengajarkan kita tentang kasih. Kita ini pun telah menjadi sahabatnya Tuhan. Tuhan selalu setia walaupun kita tidak setia. Keteladanannya yang setiap hari manusia bahkan kita sebagai sahabatnya mengecewakan hatiNya. Tetapi KasihNya selalu nyata untuk mengampuni setiap kali kita mengecewakanNya. Saling mengampuni itu hal yang harus ada dalam persahabatan. Forgive quickly, loveunconditionally dan jadikan Tuhan sebagai inspirasimu dalam persahabatan.

 

Minggu, 05 Mei 2013

Mangan dihargai murah!

Mangan Berkualitas Dunia Itu Hanya Dihargai Rp200/KG

Ditulis pada 17-08-2011 21:27:09 WIB

By: Laurensius Molan.

Kupang (Phinisinews) - Ratusan pekerja di Blok IV kawasan tambang mangan Desa Noebesak, Kecamatan Kuatnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, tak peduli dengan sengatan sinar matahari timur yang membakar tubuh mereka.

Pekerja dengan tekun memilah dan mengumpulkan batu mangan dari bungkusan tanah setelah dibongkar menggunakan alat berat milik PT SoE Makmur Resource (SMR).

Perusahaan tersebut mengantongi izin tambang selama 20 tahun dari pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk menggarap kawasan mangan di wilayah Kecamatan Kuatnana itu seluas sekitar 4.500 hektare.

"Kami sudah beroperasi di sini sekitar dua tahun, namun baru mampu menggarap lima blok tambang mangan dari luasan lahan yang ada," kata Kepala Teknik Tambang PT SMR MHS Rais kepada wartawan di lokasi tambang mangan, Selasa (16/8).

Berdasarkan hasil penelitian para ahli, kata Rais, mangan di wilayah Timor Tengah Selatan dan daratan Pulau Timor bagian barat NTT yang berbentuk seperti urat dan serpihan itu, memiliki kualitas kelas dunia kedua setelah Afrika Selatan.

Bahan dasar pembuatan besi baja, batu bateray dan campuran pembuatan cat dasar itu, tidak diolah dalam bentuk barang jadi oleh perusahaan tersebut, tetapi langsung di ekspor ke China melalui Pelabuhan Tenau Kupang.

"Tiap bulan, ribuan ton batu mangan kami ekspor ke China," kata pimpinan perusahaan tersebut, Dody Wijaya ketika dihubungi melalui telepon genggamnya dari Kupang, Rabu.

Ia tidak menjelaskan secara rinci jumlah tonase mangan yang sudah diekspor ke China dan berapa besar nilai ekspor yang diperoleh perusahaan tersebut dari hasil menjual mangan.

"Saya lagi di Jakarta, sehingga tidak tahu persis data-datanya. Bapak bisa menghubungi langsung Nuni Banunaek di kantor pusat perusahaan di Desa Supul, sekitar 25 km timur SoE, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan," kata Dody Wijaya kepada ANTARA.

Nuni Banunaek, sudah berulang kali dihubungi melalui telepon genggamnya, baik melalui layanan pesan singkat (SMS) maupun kontak langsung, tetapi yang bersangkutan tidak mau membalas maupun mengangkat telpon genggamnya.

"Saya melihat ada sesuatu yang disembunyikan oleh perusahaan tersebut, karena usaha kita untuk mendapatkan informasi yang jelas dari pengelolaan batu mangan itu, selalu mengalami hambatan," kata Simon Petrus Ngili, pemimpin redaksi Harian Umum Timor Express.

ANTARA dan Timor Express serta Media Indonesia sudah mencoba untuk menghubungi langsung Nuni Banunaek saat berkunjung ke lokasi tambang, Selasa (16/8), namun yang bersangkutan menolak untuk menerima wawancara wartawan, karena sedang membuat laporan keuangan perusahaan.

"Saya sudah dekati beliau (Nuni Banunaek), tetapi beliau kelihatannya sibuk sekali untuk ditemui, karena masih membuat laporan keuangan," kata HMS Rais kepada wartawan.

Keinginan kuat dari para wartawan untuk mendapatkan data tersebut, karena mangan yang disebut-sebut berkualitas nomor dua di dunia setelah Afrika Selatan itu, hanya dihargai Rp200/kg.

Mekanisme pembelian batu mangan tersebut, menurut Rais, dibeli perusahaan dari dari pemilik lahan yang mengandung batu mangan seharga Rp400/kg.

Batu mangan yang dikumpulkan para pekerja setelah dibuldozer dengan peralatan berat milik PT SMR itu, bukan langsung dijual para pekerja ke pusahaan tersebut, tetapi melalui pemilik lahan.

"Pemilik lahan yang menjual mangan tersebut pihak perusahaan dengan harga Rp400/kg. Dari harga jual itu, kami hanya mendapat Rp200/kg," kata Danial Naat (55) yang dibenarkan pula oleh pekerja lainnya Frengky Liunima (19).

Liunima, warga Desa Noebesak yang tak sempat mengenyam pendidikan dasar dan sekolah lanjutan itu, sudah dua tahun lebih menjadi pekerja mangan di Blok IV milik Gery Banamtuan itu.

"Hasil pengumpulan mangan ini, nantinya dijual oleh Gery Banamtuan selaku pemilik lahan mangan kepada perusahaan dengan harga Rp400/kg. Kami hanya mendapat Rp200/kg dari hasil penjualan tersebut," kata Danial Naat.

Menurut Rais, pihak perusahaan memberlakukan harga jual tersebut, karena biaya operasional perusahaan dalam mengoperasikan peralatan berat untuk menggali mangan dari perut Tanah Timor, sangat mahal.

"Jika mangan itu diperoleh sendiri dengan sistem manual tanpa adanya ikatan kerja dengan perusahaan, kami menghargainya dengan Rp600/kg," kata Rais menambahkan.

Ia juga menolak untuk menjelaskan nilai ekspor serta volume ekspor mangan ke negeri China, dengan alasan bukan wewenang dan tanggungjawabkan untuk membeberkan data perusahaan.

Keterangan yang diperoleh dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTT menyebutkan harga mangan murni di pasaran China dan pasaran internasional mencapai sekitar Rp80.000/kg.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Dodi Wijaya selaku pimpinan PT SMR, malah membantahnya dan mengatakan bahwa harga mangan murni di pasaran internasional sangat fluktuatif antara 4-5 dolar AS/kg.

"Harga mangan di pasar dunia sangat ditentukan oleh kadarnya sehingga hanya berkisar antara 4-5 dolar AS/kg," kata Dodi Wijaya tanpa menjelaskan lebih jauh alasan tersebut.

Simon Petrus Ngili, pemimpin redaksi Harian Timor Ekspress menduga pihak perusahaan tidak mau membeberkan data volume ekspor serta nilai ekspor dari hasil penjualan batu mangan tersebut, karena adanya perbedaan harga yang sangat mencolok di tingkat pekerja dengan harga di pasar internasional.

Jika data ini disampaikan ke publik melalui media massa, kata Simon, dikhawatirkan bisa menimbulkan kecemasan dan aksi protes dari para pengumpul dan pemilah mangan yang bekerja di perusahaan tersebut.

"Kita memiliki kekayaan alam yang begitu luar biasa, tetapi menjualnya dengan harga yang begitu murah. Sudah saatnya pemerintah membuat regulasi yang jelas dan tegas yang pro rakyat agar tingkat kesejahteraannya bisa tergapai lewat usaha menambang mangan itu," katanya.

"Yang kaya dalam usaha ini hanya pemilik lahan dan pihak perusahaan, dan pihak perusahaan tidak terlalu merugi dengan kegiatan usaha tersebut, karena hanya memberi nilai yang begitu kecil setelah menjual mangan dengan harga yang mahal di China," tambah Simon.

Rais juga mengakui bahwa salah seorang pemilik lahan mangan di Timor Tengah Selatan, yakni Milka Faot, sudah menjadi milyuner dari hasil menjual mangan tersebut.

Produk berkualitas dunia itu di bumi Timor Tengah Selatan itu hanya menyisakan cerita pedih bagi pekerjanya.

Komoditas itu ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan para pekerja yang sebagiannya adalah anak-anak di bawah umur.

Entah sampai kapan mereka harus bergelut dengan kemiskinan ditengah kekayaan alam melimpah dan tidak transparannya pemilik lahan menyajikan harga jual mangan di pasar ekspor.
(Sumber: PhinisiNews/Ant)

TANGGAPAN PENELITIAN LINGKUNGAN PERTAMBANGAN



 

Studi Kasus

 

PT Freeport Indonesia, anak perusahaan yang mengoperasikan tembaga Grasberg dan tambang emas telah dituduh melakukan pengrusakan lingkungan yang sangat besar, terutama pembuangan 130.000 ton limbah batuan (tailing) setiap harinya ke sungai lokal sebagai lokasi pembuangan. Grasberg juga menjadi terkenal karena pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh ribuan tentara di situs pertambangan yang diduga ada untuk melindungi tambang dari penduduk setempat yang tidak puas, penduduk yang tanahnya telah digali atau yang menjadi tempat pembuangan tailing.

 

Tanggapan

Pemerintah harus bertindak tegas dalam pengolahan sumber daya alamnya dan aturan hokum dengan Negara yang bekerja sama dalam mengolah hasil tambang. Kalau dari pihak pemerintah tidak dapat membela hak asasi warga Negaranya sendiri, tidak heran perusahaan asing dengan seenaknya memperlakukan penduduk pribumi.

Pemerintah harus membenahi manajemen sumber daya alam dan pengolahannya secara cepat. Hentikan kerja sama bila pihak perusahaan asing tidak melakukan peraturan yang telah dibuat Negara. Saya berharap ada anak-anak pribumi yang dapat mengolah sendiri hasil sumber daya alamnya.

 

Sumber gambar    : www.google.co.id